FAKTA-FAKTA GELAP SEPUTAR ISIS

Duniaeskpress,31 oktober 2017.

Abu Ahmad

Seorang yang telah berjihad di Khurosan, Irak dan sekarang Syam.

Telah dikaji ulang dan diedit oleh Abu Tholhah Malik Ihsan Al ‘Utaibi

Dulu saya berada di Al Qoi’idah, setelah itu saya berbaiat kepada Abu Umar Al Baghdadi rohimahulloh, setelah itu Abu Bakar Al Baghdadi, dan dulu saya membela dan mendukungnya. Namun setelah saya masuk Syam, Alloh menyingkapkan jati dirinya kepada saya.

Oleh karena itu saya kembali kepada jamaah saya yang asli, yakni Al Qo’idah. Dan saya akan mempublikasikan apa yang saya ketahui tentang orang yang keji ini beserta para pendukungnya. Karena demi Alloh kelompok mereka itu bukanlah Daulah, akan tetapi kelompok mereka ini hanyalah gerombolan mafia yang memiliki misi untuk menggagalkan jihad di Syam.

Dan barangsiapa menuduh saya ini berdusta, maka tunggu saja karena esok hari itu tidaklah lama bagi orang yang mau menunggu. Karena saya memiliki hal-hal yang tidak menyenangkan buat kalian wahai para durjana Daulah Baghdadi, karena kalian telah melakukan pembunuhan dan kalian terlibat dalam menumpahkan darah saudara-saudara kami kaum Anshor di Syam dan Irak.

1   Segala puji bagi Alloh, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rosululloh.

 

  1. Dengan pertolongan Alloh, saya mulai penulisan ini tentang awal keberangkatan saya menuju ke medan jihad dan bagaimana saya bergabung dengan Jamaah Tauhid wal Jihad. Dan saya akan memperinci cerita setelah itu.
  2. Menjelang tahun 2000 saya bergabung dengan Al Qo’idah – semoga Alloh memuliakannya – dan saya berangkat ke Khurosan kemudian menetap di sana sampai peristiwa 11 September yang penuh berkah itu.
  3. Setelah peristiwa 11 Sepetmber kami meninggalkan pos-pos kami, dan saya adalah termasuk salah satu dari 10 ikhwah yang masih hidup pada peristiwa bandara Kandahar, Afghanistan, karena semua ikhwah yang bersama kami terbunuh dan kami sendiri mengalami luka berat.
  4. Kamipun berhasil mendapatkan pertolongan pertama di Afghanistan kemudian setelah itu dievekuasi ke rumah sakit Pakistan dan kami tinggal di sana beberapa saat, sebelum kemudian datang perintah kepada kami agar masuk ke Baluchistan, Iran untuk melanjutkan pengobatan di sana kerena di sana lebih aman.
  5. Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi keluar dari Afghanistan menuju Kurdistan, Irak bersama sejumlah ikhwah yang pada saat itu beliau belum berbaiat kepada Al Qo’idah dan juga belum membentuk Jamaah Tauhid Wal Jihad.
  6. Sampai saat itu saya belum bergabung dengan Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi rohimahulloh dan saya hanya ikut Al Qo’idah saja. Setelah saya masuk Baluchistan, Iran, saya tertangkap bersama dengan beberapa ikhwah yang di antaranya adalah: Muwahhid Al Mishri.
  7. Beberapa bulan setelah kami ditangkap, sedangkan kami tidak memiliki dokumen identitas, pemerintah Iran memalsukan passport Irak buat kami, kemudian kami dikirim ke Malaysia karena mereka tidak mau berurusan dengan kami.
  8. Beberapa saat setelah kami di sana kami berhasil menjalin hubungan dengan para ikhwah dan kamipun kembali ke Iran akan tetapi dengan menggunakan passport palsu lain lagi. Sampai di Iran kami mendapatkan passport baru lagi untuk kami gunakan bepergian.
  9. Setelah itu kami berangkat ke Irak sebelum terjadi serangan Amerika dan kamipun masuk Kurdistan tempat Anshorus Sunnah pada saat itu. Ketika itu Syaikh Asy Syafi’i fakkallohu asroh telah memisahkan diri dari Mulla Fatih Krekar Amir Jamaah Anshorul Islam.
  10. Kamipun bergabung dengan Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi yang pada saat itu beliau telah memulai pembentukan cikal bakal Jamaah Tauhid Wal Jihad sebelum terjadi serangan Amerika, karena beliau sudah yakin bahwa Amerika bakal menyerang Irak sehingga beliau melakukan persiapan.
  11.  Kamipun mulai melakukan pelatihan dan persiapan sambil terus melanjutkan proses penyembuhan luka-luka yang kami bawa dari Afghanistan sebelumnya. Setelah itu kami keluar dari Irak atas perintah Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi untuk menjalankan program di beberapa Negara sekitar sebagai penghubung.
  12. Serangan Amerika terhadap Irakpun dimulai. Selanjutnya mulailah Sang Singa Tauhid Abu Mush’ab Az Zarqowi menggempur istana-istana kekafiran dari hari kehari. Setelah itu Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowipun mendeklarasikan Jamaah Tauhid Wal Jihad dalam sebuah pesan resmi, selanjutnya semakin kokohlah lengannya.
  13. Kemudian Syaikh Abu Mush’ab berfikir untuk bergabung dengan Al Qo’idah – semoga Alloh memuliakannya – dan meminta pendapat majelis syuronya. Program ini berjalan melalui proses tukar fikiran dan surat menyurat dengan Syaikh Usamah rohimahulloh  untuk mendiskusikan masalah ini dengan beliau. (AB)

bersambung …

Baca juga, SYAIKH AL-MAQDISY MENEGASKAN ISIS/IS TELAH MENYIMPANG DARI JALAN KEBENARAN