Duniaekspress, 30 Oktober 2017. – Sedikitnya 19 personil polisi Afghanistan tewas dalam dua serangan terpisah oleh Imarah Islam Afghanistan (Taliban). Serangan tersebut terjadi di provinsi Kunduz utara yang berbatasan dengan Tajikistan, dan di provinsi Zabul Selatan.

“Kelompok Taliban menyerang pos-pos pemeriksaan di distrik Khan Abad semalam, menewaskan 13 polisi dan membawa senjata, amunisi dan kendaraan lapis baja,” Kata Hayatullah Amiri, gubernur distrik Khan Abad seperti dikutip Anadolu Agency, Ahad (29/10/2017).

“Pemberontak bersenjata menyerbu sejumlah pos pemeriksaan sekitar pukul 03.00 waktu setempat (230GMT) dan bentrokan berlanjut setidaknya dua jam. Hanya satu polisi yang selamat,” tambahnya.

Kepala distrik Arghandab Di Zabul mengatakan enam polisi dalam bentrokan di distrik Arghandab.

“Bahwa kelompok Taliban melakukan serangan terkoordinasi terhadap enam pos pemeriksaan tadi malam,” Kata Amirjan Alokozay kepada Anadolu Agency

Taliban telah mengklaim kedua serangan tersebut, serangan tersebut menjadi bagian dari oprasi Mansuri yang sedang berlangsung. Operasi Mansouri adalah nama yang diambil dari Amir kedua Taliban yakni Mullah Mansour.

Kelompok pejuang Taliban di Afghanistan telah mengumumkan dimulainya operasi militer yang disebut ofensif musim semi, sebuah kampanye yang meningkat dari pengeboman, serangan penyergapan, dan serangan lainnya yang dimulai saat kondisi cuaca membaik.

Baca Juga: Operasi Mansouri Mujahidin Taliban

Beberapa bulan yang lalu Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengumumkan peluncuran ofensif tersebut dalam sebuah pernyataan online pada hari Jum’at (28/4/2017).

Serangan musim semi terbaru itu telah dijuluki oleh kelompok tersebut sebagai “Operasi Mansouri,” diambil dari nama pemimpin Taliban yang gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS tahun lalu, Mullah Akhtar Mohammad Mansour.

Mujahid mengatakan bahwa serangan tahun ini akan berbeda dari yang sebelumnya karena itu termasuk jalur “politik” juga. Dia mengatakan kelompok pejuang Taliban akan terlibat dalam “keadilan sosial dan pembangunan.”

(IF)