Duniaekspress, 5 november 2017. Kairo, Sebuah kelompok bernama Anshar al-Islam mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan yang menewaskan 20 polisi di wilayah Gurun Mesir pada 20 Oktober lalu. Ini merupakan kelompok baru dan tidak diketahui sebelumnya.

“Inilah pertempuran Sarang Singa di daerah gurun di perbatasan Kairo. Kita telah memulai jihad kita. Dan kami meraih kemenangan dalam kampanye menghadapi musuh,” kata Anshar al-Islam dalam pernyataan yang diunggah di internet pada Jumat (03/11).

Kelompok tersebut tidak memberikan bukti apapun atas klaimnya, seperti dikatakan Reuters. Pernyataan ini, kata media Barat tersebut, menambahkan bahwa pengumuman ini ditujukan kepada rakyat Mesir untuk mengangkat senjata.

Anshar al-Islam mengatakan bahwa pihaknya menawan salah satu perwira dalam serangan bulan kemarin itu. Mereka juga mengakui menderita serangan udara dari militer Mesir dan sejumlah anggotanya terbunuh.

Pernyataan itu menyeru warga Mesir untuk bergabung dengan jihad mereka dengan jiwa, harta atau dakwah. Seluruh tawanan tentara dalam operasi 20 Oktober telah dibebaskan kecuali perwira.

Sumber keamanan mengatakan pada saat serangan tersebut, setidaknya sekitar 55 polisi tewas saat patroli mereka diserang, dan kemudian Kementerian Dalam Negeri membantahnya keesokan harinya, dengan mengatakan korban tewas hanya 16 polisi, termasuk 11 perwira.

Gurun Barat yang luas di Mesir telah lama menjadi masalah keamanan bagi pemerintah karena aliran senjata melintasi perbatasan dengan Libya, terutama setelah jatuhnya rezim Muammar Gaddafi pada tahun 2011. (AB)

Sumber: Al-Jazeera

baca juga, JIHAD MELAWAN KAUM PENJAJAH DI KASHMIR TAK AKAN PERNAH BERHENTI