Duniaekspress, 7 November 2017. – Pembuat bom asal Malaysia Amin Baco alias Jihad adalah Amir baru Daesh atau yang populer disebut ISIS di Asia Tenggara. Pernyataan tersebut disampaikan kepala polisi Direktur Jenderal Ronald Dela Rosa pada hari Senin (6/11/2017).

Syahputra, yang ditangkap saat mencoba melarikan diri Marawi pekan lalu mengatakan Amin Baco terpilih oleh anggota Daesh menyusul kematian Hapilon.

Syahputra mengaku dirinya tiba di Filipina November tahun lalu atas undangan Hapilon. Dia juga mengatakan bahwa dia bertempur bersama kelompok teror Maute dan mengungkapkan bahwa sekitar 39 militan masih berada di dalam zona pertempuran.

Wakil Direktur Jenderal Fernando Mendez Jr. menekankan bahwa Baco adalah “salah satu teroris yang sudah lama menetap di Filipina”.

Mendez juga mengungkapkan bahwa Baco dilatih oleh rekan ahli bom Malaysia Zulkifli bin Hir yang juga dikenal sebagai Marwan.

Marwan dinetralisir oleh pasukan komando polisi dalam operasi anti-teroris yang gagal yang juga menargetkan Baco di kota Mamasapano, provinsi Maguindanao di Filipina Selatan pada bulan Januari 2015 di mana empat puluh empat polisi tewas dalam operasi tersebut.

Baco, yang digambarkan sebagai ahli pembuatan bom dicari oleh pemerintah AS dan Filipina karena tuduhan penculikan dan pemboman.

Informasi terakhir datang tiga minggu setelah mantan pemimpin Daesh Hapilon terbunuh di Marawi dan dua minggu setelah pernyataan Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana tentang penghentian operasi tempur di kota tersebut.

Militer pada hari Minggu (5/11) mengatakan bahwa pihaknya memantau secara ketat area pertempuran utama namun setiap pelaku yang tersisa tidak lagi menjadi ancaman serius. (IF)

Baca juga, KHILAFAH ALA AL BAGHDADI (ISIS), APAKAH BENAR KHAWARIJ.??