SAHKAH SHOLAT DENGAN PAKAIAN YANG MENUTUP MATA KAKI?

duniaekspress 7 November 2017.

Penanya:

As Salãmu ‘Alaikum. Wr.Wb. Langsung saja ustadz, kami diresahkan dengan adanya tulisan yang menegaskan: “Shalat dengan pakaian yang menutup mata kaki tidak sah”. Kami mohon tanggapannya terkait tulisan tersebut dan dalil-dalil terkait masalah tersebut. Terima kasih.

 

Jawaban:

Tidak benar shalat lelaki yang menutup mata kakinya itu tidak sah. Walaupun ada riwayat Sunan Abû Dãwud pada bab Mã Jã-a fi Isbãlil Izãr 6/ 184 dari Abû Hurairah yang menuturkan bahwa Rasulullah SAW menegaskan bahwa shalat lelaki yang kain celananya menutup mata kaki tidak sah.

Imam Abû Dãwud menuliskan: Mûsã bin Ismã‘ĩl menceritakan kepada kami, Abãn menceritakan kepada kami, Yahyã menceritakan kepada kami dari Abû Ja’far, dari ‘Athã’ bin Yasãr dari Abû Hurairah ia menuturkan, “Ketika seorang lelaki shalat dengan kain yang menutup mati kaki, Rasulullah SAW bersabda: ‘pergilah dan berwudhu kembali’. Lalu lelaki tersebut pergi dan berwudhu dan kemudian datang lagi. Lalu Rasulullah SAW bersabda kembali ‘Pergi dan berwudhulah’. Lalu seseorang bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, apa maksud paduka memerintahkan ia berwudhu kembali kemudian membiarkan ia (tanpa penjelasan). Rasulullah SAW bersabda:

“إنه كان يُصلِّي وهو مسبِلٌ إزارهَ، وإنَّ الله لا يقبلُ صلاةَ رجُل مُسْبِلٍ

“Lelaki tersebut shalat dalam keadaan menutup mata kaki dan Allah tidak akan menerima shalat orang yang menutup mata kakinya.” (HR. Abû Dãwud No. 4086).

Hadis ini dikeluarkan Abû Dãwud (w 275 H) dengan kualitas sanad yang dha‘ĩf dikarenakan pada sanad tersebut terhadap rãwi yang Majhul yaitu Abû Ja‘far Al Anshãrĩ Al Madanĩ sebagai yang ditegaskan Al Baihaqĩ dalam As Sunan 2/ 242.

Keterangan yang menjelaskan kedhaifan hadis tersebut dapat dilihat dalam kitab Sunan Abû Dãwud yang ditahqĩq Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Mûsã Kãmil Qurah, penerbit Dãr Ar Risãlah Al ‘Ãlamiyah, cetakan pertama tahun 2009 M. Pentahqĩq, menerangkan sebab pendhaifan hadis ini. Begitu juga dalam kitab Sunan Abû Dãwud yang ditahqĩq Syaikh Muhammad Muhyiyuddĩn Abdul Hamĩd, penerbit Al Maktabah Al ‘Ashriyah, Shaidã – Beirut, dengan menghadirkan pendapat Syaikh Nashiruddĩn Al Albãnĩ yang menilai hadis ini dha‘ĩf.

Kesimpulannya, hadis ini dha‘ĩf dan tidak dapat dijadikan dasar hukum. Artinya, lelaki yang shalat dengan pakaian, baik pakaian tersebut sarung, celana, jubah atau apapun pakaian itu, jika menjulur melewati mata kaki, shalatnya tetap syah. Walaupun demikian, jika pakaian tersebut menjulur melewati mata kaki karena sombong dan angkuh, maka hal ini tercela dan terlarang.

[sultan serdang]

Baca juga,  KAFIRKAH TAWANAN MUSLIM YANG MENGAMBIL PEMBEBASAN BERSYARAT?