Duniaekspress, 7 November 2017.- Koalisi yang dipimpin oleh Saudi setidaknya telah melakukan 29 kali serangan udara di provinsi Sanaa. Serangan bom tersebut merupakan aksi balasan terhadap pemberontak Syi’ah Houthi melepaskan sebuah rudal balistik ke ibukota Saudi, Riyadh.

Warga mengatakan kepada Al Jazeera bahwa bom “hujan turun” di beberapa lingkungan ibukota Yaman pada hari Ahad (5/11), yang menargetkan sebuah panggung di alun-alun al-Sabeen yang digunakan oleh pemberontak Houthi untuk parade militer.

Kantor berita Saba yang dikelola Houthi melaporkan lebih dari 15 serangan udara di Sanaa dan 14 lainnya di distrik Sinhan dan Bani Bahloul.

“Beberapa serangan ditujukan pada kota tua Sanaa, sebuah situs warisan dunia UNESCO,” Ujar Fatik al-Rodaini, seorang aktivis yang berbasis di ibukota, seperti dikutip al Jazeera, Ahad (5/11/2017).

Baca Juga: SYIAH HOUTHI MERUDAL IBUKOTA ARAB SAUDI

Sebelumnya diberitakan pemberontak Syiah Houthi telah menembakan rudal balistinya yang ditujukan ke Ibukota Saudi Arabiyah.

Kolonel Turki al-Maliki mengatakan pasukan Saudi menghadang rudal balistik dengan rudal Patriot, yang menyebabkannya pecah menjadi fragmen di daerah “tak berpenghuni” di sebelah timur Bandara Internasional Khalid Riyadh.

Houthi sekelompok pemberontak yang menguasai provinsi Saada, ibu kota Sanaa, serta bagian-bagian lain dari Yaman tengah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang berjanji untuk menargetkan ibu kota negara-negara Arab.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera awal bulan ini, Mohammed Abdul Salam, seorang juru bicara pemberontak Houthi, mengancam akan meningkatkan operasi di perbatasan Yaman-Saudi dan menargetkan jauh di dalam kerajaan.

Yaman, yang berada di tepi selatan Semenanjung Arab, telah dilanda perang sejak September 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menyerang ibukota dan menggulingkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.