Duniaekspress, 10 November 2017. – Medis di Taiz, Yaman barat daya, menyatakan setidaknya sepuluh orang termasuk anak-anak, terluka akibat pemboman yang ditembak oleh milisi Syiah Houthi dan pendukung Saleh yang menargetkan desa-desa di sebelah barat kota.

Sumber tersebut menunjukkan bahwa di antara yang terluka adalah empat anak, beberapa di antaranya terluka parah, akibat pemboman desa-desa dan perumahan di Al-Asharouh dan Beni Bakari, Azlet Elyaman dan Kuweyha yang terletak di wilayah barat Jabal Habashi, sebelah barat kota Taiz.

Di distrik yang sama, pemberontak Syiah Houthi memaksa 65 keluarga dari desa Al Quoz untuk meninggalkan rumah mereka secara paksa dengan todongan senjata.

Keluarga orang-orang yang dipindahkan secara paksa melaporkan bahwa milisi Houthi telah menyebarkan ranjau di desa tersebut untuk memaksa penduduk keluar.

Mereka memastikan bahwa selama keberangkatan keluarga pengungsi, pada hari Kamis (9/11) sebuah tambang meledak dan melukai dua gadis perempuan.

Selama dua bulan terakhir, milisi Houthi memaksa penduduk desa Khor, Hamili, Khalwa, Mat’a dan Tibsha’a dengan mengisolasi wilayah Alwafi, menambah catatan berdarah dan kriminal mereka ribuan keluarga pengungsi dan keluarga yang tertekan.

Baca Juga: SAUDI RILIS 40 NAMA DPO TERORIS HOUTHI

Pusat Hak Asasi Manusia di Taiz (non-pemerintah) mengutuk pemindahan paksa yang dilakukan milisi Houthi kepada orang-orang Yaman yang terkepung.

Lembaga tersebut juga mengecam tindakan penanaman kembali ribuan ranjau di jalan yang digunakan oleh warga tak bersenjata di desa-desa. Lembaga HAM tersebut menggambarkan tindakan tersebut sebagai kejahatan perang yang mengerikan.

Lembaga HAM tersebut meminta masyarakat internasional untuk menghentikan tidakan diam yang memalukan dan segera bangkit melawan pelanggar hak asasi manusia dan penjahat perang untuk mencegah kejahatan lebih lanjut terhadap warga sipil di Taiz dan Yaman secara keseluruhan. (IF)

Sumber: Al Arabiyah