Duniaekpress, 13 November 2017. Seorang perwira militer Irak mengabarkan, bahwa militer Irak kembali merebut sebuah sub-distrik dari kelompok Daesh (Tanzim Daulah Islam/ISIS) di provinsi Anbar barat, pada hari Sabtu (11/11).

“Pasukan Irak berhasil membebaskan pusat al-Rummana di distrik al-Qaim,” kata Kolonel Walid al-Delimi seperti yang dilansir Anadolu Agency, Ahad (12/11/2017).

Langkah tersebut dilakukan sesaat setelah pasukan Irak yang didukung oleh koalisi udara pimpinan Amerika, meluncurkan sebuah operasi militer untuk mengusir Daesh dari benteng terakhirnya di Irak barat.

“Enam gerilyawan Daesh terbunuh dalam operasi militer tersebut,” Al-Delimi menambahkan.

Pekan lalu, tentara Irak dan pejuang suku berhasil mengusir teroris Daesh dari kota mereka di provinsi Anbar yang dekat perbatasan Suriah, termasuk distrik Anah.

Baca Juga: PERANG ANTI ISIS, IRAK MERUGI 100 MILIAR DOLAR

Sebelumnya diberitakan Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengatakan kerugian selama kampanye perang terhadap kelompok tanzim Daulah Islam (ISIS), Irak telah menelan biaya $ 100 miliar.

“Irak telah kehilangan $ 100 miliar dalam perang anti-Daesh, tapi kita telah mencapai kesuksesan dalam tiga pertempuran, yaitu membebaskan tanah, menjaga persatuan Irak dan kuat menghadapi ancaman,” kata al-Abadi dalam sebuah pidato di provinsi Karbala selatan, seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu (11/10/2017).

Kelompok Daesh yang terkenal baru-baru ini mengalami serangkaian kekalahan yang menghancurkan di Irak dan Suriah setelah menguasai luas wilayah di kedua negara pada 2014.

Sekarang pasukan koalisi berupaya mencari tempat persembunyian terakhir Abu Bakar Albaghdadi, amir kekhalifahan sepihak ISIS/IS

(IF)