Perang anti ISIS menelan biaya 100 Milyar dolar

Duniaekspress, 12 November 2017. – Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengatakan kerugian selama kampanye perang terhadap kelompok tanzim Daulah Islam (ISIS), Irak telah menelan biaya $ 100 miliar.

“Irak telah kehilangan $ 100 miliar dalam perang anti-Daesh, tapi kita telah mencapai kesuksesan dalam tiga pertempuran, yaitu membebaskan tanah, menjaga persatuan Irak dan kuat menghadapi ancaman,” kata al-Abadi dalam sebuah pidato di provinsi Karbala selatan, seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu (11/10/2017).

Namun ada sedikit “keributan” antara pasukan Irak dan koalisi rezim saat upaya merebut bul kamal, benteng terakhir ISIS, karena tentara irak dianggap menyerobot masuk wilayah Suriah.

Baca Juga: MILITER IRAK REBUT 95% WILAYAH TAL AFAR DARI ISIS/IS

Mengenai krisis antara Baghdad dan Irak Utara, Pemerintah Daerah Kurdi (KRG), al-Abadi mengatakan “kita tidak memerlukan mediasi dengan orang-orang Kurdi kita”.

“[Kurdi] pejuang Peshmerga menikmati patriotisme, dan kami menyesal menuduh mereka yang tidak berperang melawan tentara Irak karena pengkhianatan,” katanya.

Ketegangan meningkat antara pemerintah federal di Baghdad dan KRG setelah referendum 25 September tentang pemisahan wilayah Kurdi, yang menurut Baghdad tidak konstitusional.

Perdana menteri Irak mengatakan pemilihan parlemen negara tersebut akan berlangsung sesuai jadwal pada bulan Mei.

(fan)