Duniaekspress, 13 November 2017. – Tim pemantau melaporkan puluhan warga sipil tewas akibat serangan artileri dan pemboman oleh pasukan Rusia terhadap dua kamp pengunsian dan disekeliling wilayah di Suriah timur.

“Pemboman berat yang sedang berlangsung di provinsi Deir Ezzor telah membunuh 50 warga sipil, termasuk 20 anak-anak, sejak Jumat malam,” Lapor Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, seperti dikutip Al Arabiyah, Ahad (12/11/2017).

Pemboman tersebut telah menargetkan wilayah di sepanjang Sungai Efrat serta desa-desa dan kamp-kamp pengungsian yang penuh dengan orang-orang yang melarikan diri dari pertempuran di kota perbatasan Herakra, Suriah.

Pasukan rezim Suriah yang didukung Rusia dan milisi sekutu menguasai Albu Kamal dari ISIS pada hari Kamis namun para ekstemis tersebut kembali pada Sabtu malam.

Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman Pada hari Ahad menyatakan, serangan udara Rusia di dua penyeberangan sungai di sepanjang sungai Efrat menewaskan 11 warga sipil. .

“Lima warga sipil, termasuk dua anak, tewas dalam serangan di Al-Soussa yang melintasi sekitar lima kilometer sebelah timur Albu Kamal,” Abdel Rahman mengatakan kepada AFP.

“Enam warga sipil tewas dalam serangan di sungai lain yang melintasi 20 kilometer sebelah utara kota,” tambahnya.

Korban kebakaran artileri dan serangan udara di dua kamp pengungsian dan desa-desa sekitar meningkat menjadi 39 orang setelah 13 warga sipil meninggal karena luka-luka mereka, kata SHOR.

Albu Kamal adalah kota terakhir yang penting bagi ISIS. Kehilangan wilayah itu akan mengembalikan kelompok tersebut ke sebuah organisasi gerilya bawah tanah tanpa basis kota.

ISIS menjadi terkenal dalam kekacauan konflik Suriah, yang pecah pada tahun 2011 dengan demonstrasi melawan Presiden Bashar al-Assad.

Sejak itu berkembang menjadi perang yang kompleks telah menewaskan lebih dari 330.000 orang, memaksa jutaan lainnya untuk melarikan diri, dan meninggalkan sebagian besar negara ini dalam reruntuhan. [fan]

Baca juga, RUSIA ADALAH PENJAJAH BUKAN SEKUTU !