Duniaekspress, 13 November 2017. Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ust Zaitun Rasmin menyebut bahwa di beberapa tempat di Indonesia, ukhuwah umat Islam sedang berada di titik kritis. Salah satu sebabnya adalah karena dinamika politik, namun jika ditengok lebih jauh, bisa disimpulkan bahwa akarnya adalah kurangnya kesadaran tentang pentingnya ukhuwah.

“Setiap muslim adalah saudara. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur’an maupun hadits. Oleh karena itu, ukhuwah islamiyah adalah suatu keniscayaan, selama seseorang masih muslim,” Jelas ust Zaitun dalam Tabligh Akbar di Islamic Center Tarakan, Ahad (12/11/2017).

Selain itu, lanjut Zaitun, ukhuwah adalah bagian dari perintah Allah dan Rasul-Nya yang harus kita upayakan agar terwujud. Wujud ukhuwah adalah adanya solidaritas dan kecintaan.

“Adapun tingkat terendah dalam ukhuwah adalah adanya kelapangan dada ketika melihat kekurangan saudaranya, bersihnya hati seseorang dari hasad. Termasuk dalam kancah perpolitikan di Indonesia,” Ujarnya.

“Cara mewujudkan ukhuwah adalah dengan menguatkan iman, serta terus berupaya menunaikan hak-hak ukhuwah kepada saudara kita. Yang paling sederhana bisa kita mulai dengan menebar senyum, sapa (komunikasi), salam, dan saling memberi hadiah,” Tambah Ketua U,um Dai Asia Tenggara ini.

Ust Zaitun berharap dari ukhuwah dengan sesama muslim ini, bisa menjadi titik tolak persatuan dengan berbagai komponen bangsa, termasuk umat non muslim. “Sebagaimana dahulu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam membangun persatuan dan menjaga stabilitas di Madinah yang di dalamnya ada orang-orang Yahudi,” Tukasnya

Tabligh akbar yang bertema “Membangun Ukhuwah Islamiyah Diatas Cahaya Al Qur’an” ini juga dimeriahkan berbagai pentas nasyid dan hafalan Qur’an para santri Wahdah Islamiyah Tarakan dan dihadiri ribuan peserta dari Tarakan dan sekitarnya. [fan]

Baca juga, JIHAD BUTUH KETERLIBATAN UMMAT