Duniaekspress, 14 November 2017. – Arab Saudi mengatakan bahwa koalisi Arab yang memerangi milisi Syiah Houthi akan mulai membuka kembali bandara dan pelabuhan di Yaman, setelah beberapa hari menutup pelabuhan tersebut akibat serangan rudal buatan Iran ke Riyadh.

“Langkah pertama dalam proses ini akan diambil dalam waktu 24 jam dan melibatkan pembukaan kembali semua pelabuhan di wilayah yang dikuasai oleh pemerintah Yaman yang diakui secara internasional yang didukung oleh koalisi,” Terang utusan Saudi di Perserikatan Bangsa-Bangsa, seperti dikutip Al Arabiyah, senin (13/11/2017).

“Pelabuhan tersebut ada di Aden, Mokha dan Mukalla,” tambahnya.

Untuk pelabuhan di wilayah yang dikuasai pemberontak atau yang disengketakan, seperti Hodeida, utusan tersebut mengatakan bahwa mereka meminta PBB untuk mengirim tim ahli untuk membahas cara memastikan senjata tidak dapat diselundupkan.

Koalisi yang dipimpin Saudi berharap bahwa PBB dapat mencegah “penyelundupan senjata, amunisi, bagian rudal dan uang tunai yang secara teratur dipasok oleh antek Iran dan Iran kepada pemberontak Houthi,” Kata delegasi tersebut.

Baca Juga; SYIAH HOUTHI MERUDAL IBUKOTA ARAB SAUDI

Arab Saudi mengumumkan bahwa pihaknya menutup semua pelabuhan setelah serangan rudal balistik 4 November di Riyadh dekat bandara internasionalnya oleh Houthi.

Bukan kali ini saja kelompok Houthi menembakkan rudal ke area Arab Saudi. Pada Mei lalu, sehari sebelum Presiden AS, Donald Trump, berkunjung ke Arab Saudi, sebuah rudal ditembakkan dari jarak kurang dari 200 Km.

Situasi Yaman memang sedang berkecamuk. Yaman masih terjadi perang saudara, terbelah antara kelompok yang setia mendukung pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi yang diakui secara internasional. Sedangkan sebagian lainnya bergabung dengan kelompok pemberontak Houthi.

Arab Saudi dan Amerika Serikat telah menuduh Iran memasok rudal balistik yang digunakan dalam serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa rudal tersebut memiliki “tanda-tanda Iran.” (fan)