Duniaekspress, 16 November 2017. – Juru bicara sementara Kepolisian Afghanistan menyatakan sedikitnya 22 polisi Afghanistan tewas dalam bentrokan bersenjata dengan pejuang Thaliban semalam di provinsi selatan Kandahar Maiwand dan distrik Zheray.

“Kelompok militan bersenjata Taliban melancarkan serangan terkoordinasi ke setidaknya 15 pos pemeriksaan di provinsi tersebut pada Senin malam,” Kata Mati Ullah yang dilansir Anadolu Agency, Selasa (14/11/2017).

Dia menambahkan bentrokan berlanjut hingga pukul 3.30 waktu setempat pada hari Selasa dengan polisi Afghanistan yang menolak perlawanan dengan kuat.

“Kami memiliki 22 polisi martir dan 15 lainnya luka-luka,” kata Ullah.

Serangan semalam terjadi sehari setelah sebuah bom mobil menabrak sebuah konvoi pasukan AS di distrik Dand sehingga empat orang warga Amerika terluka.

Sering dianggap sebagai tempat kelahiran Taliban, Kandahar telah berada dalam keadaan yang relatif aman, namun saat musim dingin mendekat, provinsi ini kemungkinan akan menyaksikan peningkatan kekerasan lebih lanjut karena iklimnya yang relatif sederhana dibandingkan dengan banyak wilayah utara negara tersebut.

Baca Juga: PEMBAKARAN MAPOLRES DHARMASRAYA DAN EGOISME DALAM BERJIHAD

Sementara itu, juru bicara Taliban Qari Yosuf Ahmadi telah mengklaim dalam sebuah pernyataan bahwa 73 petugas keamanan tewas semalam di Kandahar dan hari sebelumnya di Farah.

Pejabat Afghanistan, bagaimanapun, hanya mengkonfirmasi pembunuhan delapan polisi dalam serangan hari Minggu malam oleh Taliban di pos pemeriksaan di provinsi barat Farah yang berbatasan dengan Iran. (IF)