Hukum Memelihara Kucing dan Menjualnya. Bolehkah kucing dan hewan peliharaan diperdagangkan?

[Tanya] Assalamualaikum ustadz. Teman saya hobi memelihara kucing.  Lama kelamaan ia berubah menjadi penjual kucing. Bagaimana hukumnya memperdagangkan hewan kucing ini?

 

[Jawab]

Wa’alaikum salaam warohmatullohi wa barokaatuh.

Bagi masyarakat tertentu memelihara kucing merupakan hobi tersendiri. Bahkan, sebagian orang sangat menyukai binatang ini dan menjadikannya teman sejati. Lantas bagaimana menurut islam terkait hukum memelihara kucing dan menjual-belikannya.

Jika yang ditanyakan adalah hukum memelihara kucing, maka perlu diperjelas terlebih dahulu: “Apa kepentingan memelihara kucing?” Jika hanya untuk mensekapnya di dalam kandang maka ini bentuk kezhaliman. Namun jika untuk dirawat dan dipelihara, maka mayoritas ulama membolehkan. Walaupun Rasulullah SAW pernah melarang jual beli kucing. Sebagaimana Jabir, beliau berkata:

نهي النبي عن ثمن الكلب و السنوار

“Rasulullah melarang hasil transaksi jual beli anjing dan kucing.”

Minoritas ulama melarang jual beli kucing berdasarkan hadits di atas. Seperti pendapat mazdhab Zhãhirĩ (tekstualis). Dengan tokohnya Ibnu Hazm dalam kitab populernya Al Muhallã.

Mayoritas ulama membolehkan jual beli kucing jika ada manfaatnya sebagaimana hewan-hewan yang dipelihara di kandang dan diternakkan. Artinya yang dijual adalah manfaat hewan tersebut.

Sebagian ulama seperti Imãm Al Khithãbĩ melihat bahwa larangan tersebut dikarenakan kucing adalah hewan liar yang tidak dimiliki sehingga tidak mungkin adanya serah terima.

Atau, seperti pendapat Imãm Nawawĩ, larangan Nabi SAW pada hadits di atas adalah larangan yang bersifat makruh tanzih bukan li Tahrim (pengharaman). Atau, kata beliau, larangan tersebut karena tidak ada manfaatnya. Namun kini, kata Imãm Nawawĩ, kucing sudah dihadiahkan dan dijual belikan karena manfaatnya.

Kesimpulannya, jika pada kucing ada manfaatnya maka boleh memperjual belikannya. Manfaatnya berupa penghibur. Selain itu, kucing seperti hewan peliharaan lain selain burung dan lainnya. Seperti burung yang dapat menjadi pelipur lara dan menyejukkan mata sebagaimana Friman Allah Ta’ala:

ولكم فيها جمال حين تريحون وحين تسرحون

“Dan kalian mendapatkan manfaat dari hewan ternak tersebut dengan keindahan mereka ketika kalian membawanya ke kandang dan ketika kalian melepasnya.”

Silahkan di cek atau dilihat QS 16 ayat 5-8: “Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan (Dia telah menciptakan) kuda, begal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.”

Wallahu A’lam.

(Sultan Serdang)

Baca juga,

SAHKAH SHOLAT DENGAN PAKAIAN YANG MENUTUP MATA KAKI?