Duniaekspress, 20 November 2017. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris melaporkan bahwa sebagian besar anggota Daesh (ISIS, red) mundur dari Albu Kamal, sementara tetap terjadi pertempuran di sekeliling daerah tersebut.

“Tentara rezim Suriah dan sekutunya mengambil alih kendali atas Albu kamal, kota penting terakhir Daesh (ISIS) di Suriah,” Kata militer syiah Hizbullah, seperti dilansir Zamn Wasl, Ahad (19/11/2017).

Tentara telah mengumumkan kemenangan atas Daesh di Albu Kamal awal bulan ini namun para ekstremis kemudian melakukan serangan balasan dengan menggunakan sel-sel tidur yang tersembunyi di kota tersebut.

“Kekhilafahan” yang dikendali Daesh dari Albukamal hanya beberapa desa di sepanjang sungai Efrat dan hamparan padang pasir di dekatnya, serta kantong terpencil di bagian lain negara ini.

Sebagian besar pasukan yang memerangi Daesh di Suriah dan Irak mengatakan mereka meyakini kelompok Daesh kembali ke bawah tanah dan beralih ke pemberontakan secara gerilya dengan menggunakan sel-sel tidur dan pemboman.

Badan intelijen Barat telah mengatakan bahwa pihaknya masih mengkhawatirkan serangan terhadap warga sipil di seluruh dunia.

Baca Juga: 300 ISTRI MILITAN ISIS IKUT BERTEMPUR DI ALBU KAMAL

Sebelumnya diberitakan pertempuran sengit antara pasukan rezim untuk menumbangkan benteng terakhir militan ISIS, sekitar 300 istri militan Negara Islam Irak dan Suriah ini menolak untuk pindah dari kota Albu Kamal, kota yang berbatasan langsung dengan Irak

“Istri-istri, yang kehilangan suami mereka dalam pertempuran dengan tentara rezim dan milisi sekutu, telah memutuskan untuk bergabung dalam pertempuran tersebut,” Kata sumber dilokasi yang dikutip Zaman Wasl, Sabtu (18/11/2017).

“Mereka menggali parit di sekitar kota, menunggu pasukan Assad dan milisi untuk menghadapinya,” sumber tersebut menambahkan.

Sementara itu Irak telah mengklaim kemenangan penuh atas ISIS, Menteri Dalam Negeri Irak Qasim al-Araji mengumumkan, bahwa kehadiran kelompok Daesh (ISIS, red) telah berakhir di Irak secara efektif menyusul pembebasan kota Rawa di provinsi Anbar barat, pada hari Jumat, (17/11/2017). [fan].