Duniaekspress, 21 November 2017. – Seorang komandan Garda Revolusi, Pengawal elit Iran sekaligus pejuang Iran dilaporkan tewas dalam pertempuran melawan militan ISIS di Suriah dalam beberapa hari yang lalu.

Garda Revolusi adalah, kekuatan militer Iran yang paling kuat yang juga mengontrol sebuah kerajaan ekonomi bernilai miliaran dolar, telah berjuang untuk mendukung presiden Suriah Bashar Assad selama beberapa tahun.

“Tahun lalu bahwa lebih dari 1.000 orang Iran telah terbunuh di Suriah. Anggota senior Garda telah termasuk di antara mereka yang terbunuh,” Seorang pejabat Iran mengatakan kepada kantor berita Tasnim, Ahad (19/11/2017).

Kheyrollah Samadi, seorang komandan Garda yang memimpin sebuah unit di Suriah, tewas pada hari Kamis (16/11) dalam pertempuran di wilayah Albu Kamal, yang berbatasan dengan Irak, menurut Fars News.

“Samadi tewas dalam bentrokan dengan tandzim Daulah,” menurut situs berita Ghatreh. Media Iran sebelumnya telah melaporkan pertempuran di wilayah antara sekutu milisi Syiah Iran dan tanzim Daulah.

Baca Juga: 300 ISTRI MILITAN ISIS IKUT BERTEMPUR DI ALBU KAMAL

“Tentara Suriah dan sekutu-sekutunya memegang kendali penuh atas Albu Kamal, kota penting terakhir tanzim Daulah (ISIS) di Suriah,” Kata militer Syiah Hizbullah.

Samadi, yang bertempur dalam perang Iran-Irak selama tahun 1980an dan telah pensiun dari militer Iran sebelum masuk untuk pergi ke Syria, dibunuh oleh sebuah ledakan mortar, Lapor kantor berita Fars News.

Situs berita Iran memasang gambar pada hari Minggu di Samadi bersama Qassem Soleimani, kepala cabang Garda yang bertanggung jawab atas operasi di luar Iran.

Garda Revolusi pada awalnya diam tentang peran mereka dalam konflik Suriah. Namun dalam beberapa tahun terakhir, karena korban telah meningkat, mereka semakin blak-blakan mengenai keterlibatan mereka.

Garda Revolusi membingkainya sebagai perjuangan eksistensi melawan pejuang Muslim Sunni yang menilai kaum Syiah mayoritas penduduk Iran, sebagai orang-orang yang murtad.

Di situs web yang terkait dengan Garda, anggota organisasi yang terbunuh di Suriah dan Irak dipuji sebagai pelindung situs suci Syiah dan diberi label “pembela tempat suci.” (IF)