TURKI DAN KELOMPOK PYD SALING SERANG DI IDLIB

Duniaekspress, 20 November 2017- Seorang petugas keamanan Turki mengatakan bshwa Kelompok PYD (Partai Uni Demokratik) Suriah, menyerang dengan howitzer lokasi titik pemantau angkatan bersenjata Turki di Idlib, pada hari Senin (20/11/2017).

“Pasukan Turki segera membalas,” Kata petugas kemanan tersebut yang meminta tidak disebutkan namanya karena pembatasan untuk berbicara dengan media.

“Salah satu dari lima serangan howitzer mencapai 100 meter di dekat titik pengamatan. Yang lainnya mendarat di tempat tinggal sipil,” Tambahnya. Sejauh ini belum ada laporan korban terkait saling serang ini.

Pada 12 Oktober, militer Turki mulai menyeberang ke wilayah Idlib untuk menetapkan titik pengamatan untuk memantau gencatan senjata di zona de eskalasi Idlib.

Baca Juga: TURKI TERUS TERJUNKAN MILITER DI IDLIB

Militer Turki terus mengirim pasukan ke provinsi Idlib di Suriah untuk mendirikan pos pengamatan. Militer Turki pantau gencatan senjata sebagai bagian dari proses perdamaian Astana antara Turki, Rusia dan Iran.

Selama pembicaraan damai baru-baru ini di ibukota Kazakhstan, Astana, tiga negara penjamin, Turki, Iran dan Rusia, sepakat untuk menetapkan zona de eskalasi di Idlib dan di beberapa bagian provinsi Aleppo, Latakia dan Hama.

Sebuah konvoi militer tiba Sabtu (18/11) malam ke sebuah daerah pengamatan baru di sisi barat Aleppo, yang terletak di dalam zona de-eskalasi Idlib.

Konvoi tersebut dikirim ke titik observasi setelah berlangsung di sepanjang zona Idlib-Afrin.

Idlib, yang terletak di Suriah barat laut di perbatasan Turki, menghadapi serangan hebat oleh rezim Assad setelah sebuah perang saudara yang kejam pecah pada tahun 2011.

Sejak Maret 2015, Idlib tidak lagi berada di bawah kendali rezim Assad dan didominasi oleh kelompok oposisi militer dan organisasi bersenjata anti rezim.

PYD dan sayap militer YPG adalah cabang PKK Suriah, yang telah berperang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun.

Sejak PKK meluncurkan kampanye teror di Turki pada tahun 1984, puluhan ribu orang terbunuh, termasuk lebih dari 1.200 orang sejak Juli 2015 saja.

Sumber Anadolu Agency