Duniaekspress, 21 November 2017- Koalisi Nasional Suriah mengatakan, oposisi Suriah meminta negara-negara Arab untuk membentuk sebuah koalisi melawan campur tangan Iran di wilayah tersebut.

Ahmed Ramazan, juru bicara koalisi, yang juga beroperasi sebagai pemerintah sementara, mengatakan bahwa kelompok tersebut mendorong koalisi Arab untuk memerangi “rencana dan teror Iran”.

“Kita harus mencegah Iran mengeksploitasi perbedaan antara orang Arab,” katanya, seperti yang dilansir Anadolu Agency, Senin (20/11/2017).

“Sejak awal krisis (di Suriah, red), pihak oposisi telah meminta Liga Arab untuk mengambil tindakan terhadap intervensi Teheran dan dorongannya untuk menciptakan sebuah konflik sektarian di wilayah tersebut,” tambah Ramazan.

Dia juga menuduh Iran mencoba mengubah susunan demografi Suriah.

Koalisi tersebut berusaha untuk membangun “united Syrian front” dengan aliansi internasional dan Arab untuk berperang melawan Iran, tambahnya.

Pada hari Minggu, menteri luar negeri Liga Arab mengadakan pertemuan luar biasa di Kairo untuk membahas “intervensi Iran di wilayah ini” atas permintaan Arab Saudi.

Di kantor pusat Liga Arab di Kairo, para menteri menuduh Iran memasok rudal ke Houthis di Yaman.

Dalam pidato pembukaannya, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit mengatakan: “Sejak awal konflik di Yaman, 332 rudal balistik telah digunakan, yang berasal dari satu sumber tunggal, Iran. Iran mendukung banyak milisi lain di negara-negara Arab.

“Sebuah rudal buatan Iran, yang baru-baru ini menargetkan ibu kota Arab Saudi Riyadh, merupakan sinyal yang jelas akan permusuhan Iran,” tambahnya.

Pada hari Senin, seorang pembantu Kremlin mengatakan bahwa presiden Rusia, Turki, dan Iran akan membahas Kongres Dialog Nasional Suriah pada pertemuan puncak mereka yang akan datang pada hari Rabu di Sochi.

(fan)

Baca juga,  11 PEMBERONTAK SYI’AH HOUTHI TEWAS DI SANA’A