TANPA RESTU KONGRES,  MILITER AMERIKA TETAP GEMPUR YAMAN

Kongres melakukan pungutan suara untuk mengatakan bahwa mereka tidak memberikan wewenang atas perang di Yaman, namun perang di Yaman tetap berjalan.

Duniaekspress, 22 november 2017. – Dewan Perwakilan Rakyat AS pada hari Senin melakukan voting dengan perolehan suara  366-30 untuk menyatakan apa yang telah lama diketahui -bahwa lembaga tersebut tidak memberi wewenang kepada AS dalam mendukung perang yang dipimpin oleh Saudi di Yaman. Namun selain hanya mendesak para pihak yang terlibat untuk mencapai solusi yang dinegosiasikan, Resolusi itu benar-benar tidak melakukan apapun dalam rangka mengakhiri partisipasi Amerika dalam konflik tersebut.

Sejak pemboman Saudi terhadap Yaman dimulai pada musim semi tahun 2015 -ketika pasukan Saudi melakukan intervensi di pihak Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang digulingkan- AS telah memainkan peran pendukung yang dekat. AS telah membantu pembom Saudi dengan penentuan sasaran dan pengisian bahan bakar.

AS juga telah menjual amunisi yang bernilai puluhan miliar dolar AS ke Saudi sejak perang dimulai. Sementara itu kerajaan tersebut telah menggunakan pesawat produksi AS, bom yang dipandu laser, dan bom cluster yang dilarang secara internasional untuk menargetkan dan menghancurkan sekolah, pasar, pembangkit listrik, dan rumah sakit, mengakibatkan ribuan kematian warga sipil.

Setelah melakukan serangan mematikan pada upacara pemakaman orang Yaman pada tahun 2016, AS benar-benar menggandakan dukungan bahan bakar untuk pesawat terbang Saudi. Perang tersebut telah menyebabkan bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Itulah sebabnya sebuah kelompok pembuat undang-undang bipartisan bulan lalu mendorong pemungutan suara yang sebenarnya atas dukungan Amerika Serikat terhadap perang yang dipimpin oleh Saudi. perwakilan Partai Demokrat California, Ro Khanna, perwakilan Partai Republik Carolina Utara, Walter Jones, dan yang lainnya berusaha meminta sebuah klausul dalam Undang-Undang Pasukan Perang untuk membawa resolusi ke persidangan yang akan memaksa pemungutan suara atas otorisasi perang.

Namun pemimpin kongres di kedua partai menarik kembali, dan melakukan apapun yang mereka bisa untuk mencegah pemungutan suara tersebut. Akhirnya, sebuah kompromi tercapai, akibatnya adalah munculnya resolusi ompong yang disahkan pada Senin malam.

Resolusi tersebut menyatakan bahwa “Kongres belum memberlakukan undang-undang khusus yang memberi wewenang untuk menggunakan kekuatan militer terhadap pihak-pihak yang berpartisipasi dalam perang sipil Yaman yang tidak tunduk pada Otorisasi Penggunaan Kekuatan Militer (Hukum Publik 107-40) atau Otorisasi Penggunaan Kekuatan Militer di Irak (Hukum Publik 107-243),” namun tidak menghentikan pendanaan bagi partisipasi tersebut.

Resolusi itu juga “menyerukan kepada semua pihak dalam konflik agar meningkatkan upaya dalam mengadopsi semua tindakan yang diperlukan dan tepat untuk mencegah korban sipil dan untuk meningkatkan akses kemanusiaan,” namun tidak secara khusus mengecam tindakan Saudi dalam perang tersebut. Namun demikian, resolusi itu mengutuk “kegiatan Iran di Yaman,” mengacu pada transfer senjata ke pemberontak Houthi.

Sebagian besar dari 30 perwakilan yang menentang undang-undang tersebut adalah penentang yang terang-terangan atas keterlibatan A.S. dalam perang Saudi, seperti Perwakilan Partai Republik Michigan, Justin Amash, dan Perwakilan Partai Demokrat Keith Ellison. Salah satu lawan intervensi Saudi lainnya, perwakilan partai Demokrat, Hank Johnson, memilih “hadir”.

Di sisi lain gedung Capitol, pada hari Selasa Senator Chris Murphy, D-Conn., membawa foto anak-anak yang kelaparan dan sekarat ke sidang Senat. “Ribuan orang di Yaman saat ini sedang sekarat. Koalisi pimpinan Saudi yang telah terlibat dalam sebuah kampanye pengeboman dua tahun yang tiada henti di Yaman memblokade Yaman -tidak mengijinkan bantuan kemanusiaan apapun, tidak mengijinkan bahan bakar atau makanan atau air masuk ke negara tersebut.

Itu akan menjadi sesuatu yang penting jika Amerika Serikat hanyalah sebagai pengamat belaka, namun kita adalah peserta dalam hal ini,” kata Murphy dalam sebuah pernyataan. “Kengerian ini sebagian disebabkan oleh keputusan kita untuk memfasilitasi kampanye pengeboman yang membunuh anak-anak dan untuk mendukung strategi Saudi di Yaman yang dengan sengaja menggunakan penyakit, kelaparan dan pencegahan dukungan kemanusiaan sebagai sebuah taktik.” (AB)

Sumber: https://theintercept.com

 

Baca juga, AMIR AQAP SYAIKH AR-REMI: “KEKALAHAN TELAK AMERIKA DI YAMAN”