Duniaekspress, 23 November 2017. Perdana menteri Irak Haidar al Abadi mengatakan kehadiran Daulah Islam (ISIS) di Irak secara “militer” selesai dan semua kota telah direbut kembali.

Lebih jauh Haider al-Abadi mengatakan bahwa kehadiran Daesh di daerah gurun di sebelah barat kota Anbar akan segera berakhir.

“Kemudian, ini akan menjadi kemenangan penuh,” kata al-Abadi menambahkan bahwa hari ini akan dinyatakan sebagai “hari nasional” di Irak,”

Mengenai keputusan Mahkamah Agung Mahkamah Agung pada hari Senin (20/11) yang mengumumkan referendum bulan September tentang pemisahan wilayah Kurdi Irak utara “tidak konstitusional”, Kata al-Abadi memperingatkan warga Kurdi untuk menghindari konflik.

“Saya memperingatkan warga Kurdi untuk menghindari segala jenis konflik dan meminta mereka untuk mematuhi undang-undang tersebut,” Tegas Al-Abadi.Daesh baru-baru ini mengalami serangkaian kekalahan yang menghancurkan di Irak dan Suriah setelah mengalahkan luas wilayah di kedua negara pada pertengahan 2014.

Baca Juga: QASIM AL ARAJI: ISIS TELAH BERAKHIR DI IRAK

Pada 17 November, Menteri Dalam Negeri Qasim al-Araji menyatakan bahwa kehadiran kelompok teroris Daesh di Irak telah berakhir secara efektif menyusul “pembebasan” kota Rawa di provinsi Anbar barat.

Sebelumnya pada hari yang sama, pasukan militer Irak yang didukung oleh pejuang suku pro-pemerintah dan kekuatan koalisi pimpinan AS berhasil merebut Rawa dari kelompok ISIS setelah kampanye selama satu minggu.

Terletak kira-kira 230 kilometer sebelah barat ibukota provinsi Ramadi, Rawa telah dianggap sebagai markas terakhir Daesh di Irak.

“Kehadiran militer Daesh di Irak akhirnya berakhir.” Ujar Raji. [IF]