Duniaekspress, 22 november 2017. – Jakarta – Aktivis Indonesia Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz mengungkapkan, dengan adanya kasus korupsi yang kembali melibatkan petinggi negara citra Indonesia di mata dunia bisa rusak.

“Citra Indonesia rusak di internasional, rusak citra demokrasi paling baik, karena negara dipimpin oleh orang-orang yang terlibat korupsi,” ungkap Donald saat ditemui di Kantornya di kawasan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017).

Terlebih, dengan adanya kasus Setya Novanto yang merupakan mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, adalah sangat wajar jika hal ini dapat perhatian internasional karena aktor koruptornya ketua parlemen Indonesia.

“Ini melengkapi banyaknya kasus-kasus yang melibatkan petinggi-petinggi lembaga negara dalam kasus korupsi, Ketua Mahkamah Konstitusi, Dewan Perwakilan Daerah, jadi sangat wajar jadi perhatian internasional,” ungkap Donald.

Ia pun menambahkan, dengan adanya kontroversi-kontroversi yang dilakukan Setnov seperti ‘menghilang’ dan kemudian pernyataan-pernyataan Penasihat Hukum yang dinilainya sangat kontroversial, pantas saja hal ini jadi perhatian dunia internasional karena menarik untuk diberitakan.

Namun, dengan munculnya kasus Setnov ini, ia juga melihat sisi baiknya.

“Citra internasional ke Indonesia dianggap sebagai negara yang melakukan upaya pemberantasan korupsi berjalan secara simultan,” ungkapnya.

Sebab, lanjut Donald, tidak banyak negara-negara berkembang di dunia internasional yang bisa menangani kasus korupsi yang melibatkan pejabat-pejabat tinggi di negaranya, bahkan di beberapa kasus, penyelesaian kasus korupsi dengan cara kompromi politik.

“Seperti kasus yang terjadi di Mesir dan Arab Saudi, kasus korupsi yang ditemukan oleh Muhammad bin Salman itu justru akan berujung pada kompromi politik dimana mereka meminta 70% kekayaan dari tersangka untuk dikembalikan kepada negara dan kasusnya akan dihilangkan,” ungkapnya.

sumber : kiblat

 

Baca juga, PRESEDIUM 212: INDIKASI BANGKITNYA PKI BERASAL DARI DALAM GEDUNG DEWAN