Duniaekspress, 23 November 2017. – Militer Amerika Serikat mengatakan pada hari Selasa (21/11) bahwa pihaknya telah melakukan dua serangan udara terhadap militan ISIS di Libya dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sebuah pernyataan, Komando Afrika AS mengatakan satu serangan dilakukan pada hari Jumat dan satu lagi pada hari Minggu. Dikatakan bahwa kedua serangan tersebut dilakukan di dekat kota Fuqaha, namun tidak mengatakan berapa banyak militan yang terbunuh.

“Penyerangan tersebut dilakukan dalam koordinasi dengan Pemerintah Libya dan sesuai kesepakatan Kesepakatan Nasional,” Kata Komando militer Ameriak Serikat, seperti yang dikutip Al Arabiyah, Rabu (22/11/2017).

ISIS mengambil alih Sirte pada awal 2015, mengubahnya menjadi basis terpenting di luar Timur Tengah dan menarik sejumlah besar pejuang asing ke kota. Kelompok tersebut memberlakukan peraturan garis keras pada penduduk dan memperpanjang penguasaannya sepanjang sekitar 155 mil (250 km) garis pantai Mediterania Libya.

Namun ia berjuang untuk mempertahankan kekuasannya di tempat lain di Libya dan dipaksa keluar dari Sirte pada Desember lalu setelah kampanye enam bulan yang dipimpin oleh brigade dari kota barat Misrata dan didukung oleh serangan udara AS.

Gerilyawan ISIS telah bergeser ke lembah gurun dan bukit pedalaman tenggara Tripoli saat mereka berusaha mengeksploitasi divisi politik Libya setelah kekalahan mereka di Sirte.

Baca Juga: ISIS MENEROR, INGGRIS TINGKATKAN KEAMANAN

Beberapa bulan yang lalu juga diberitakan militer Amerika Serikat (AS) membombardir sebuah kamp ISIS di Libya. Sebanyak 17 militan terbunuh dan tiga kendaraan kelompok teror tersebut hancur.

Menurut Pentagon, serangan diluncurkan pada hari Jumat (22/9) lalu dengan pesawat nirawak. Sebanyak enam serangan udara presisi diluncurkan. Serangan di Libya ini tercatat yang pertama kali bagi Pentagon sejak Donald Trump menjabat Presiden AS.

Kamp yang terletak sekitar 150 mil sebelah tenggara Sirte, digunakan oleh kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) untuk transfer masuk dan keluar para petempur. Kamp itu juga digunakan untuk memasok senjata dan peralatan dan jadi markas untuk merencanakan serangan. [fan]