Duniaekspress, 26 November 2017. – Kepolisian Islamabad mengatakan, sebuah serangan bom di kota Quetta, barat daya Pakistan menargetkan konvoi pasukan paramiliter yang menewaskan sedikitnya empat orang.

“Serangan tersebut ditujukan pada kendaraan yang membawa personil pasukan paramiliter Frontier Corps, yang mengendalikan keamanan di provinsi yang bergolak tersebut, Sabtu siang,” Kata Abdul Razzaq Cheema, kepala polisi kota tersebut, seperti yang dikutip Al Jazeera, Sabtu (25/11/2017).

“Sedikitnya 15 orang terluka dalam serangan tersebut,” Tambahnya.

“Investigasi kami sedang berlangsung, tapi dari bukti yang kami kumpulkan dari tempat kejadian sejauh ini, ini adalah serangan bunuh diri,” Ujarnya

Tidak ada kelompok yang langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pasukan keamanan telah memerangi sebuah gerakan separatis bersenjata etnis Baloch, di provinsi ini selama hampir satu dekade dan wilayah tersebut juga telah terjadi gelombang serangan oleh Tehreek-e-Taliban Pakistan dan sekutu-sekutunya.

Menteri Dalam Negeri Balochistan Sarfaraz Bugti mengecam serangan terakhir ini dalam sebuah pernyataan singkat kepada pers pada hari Sabtu.

“Quetta sedang dalam keadaan perang,” Tegasnya.

Awal bulan ini, seorang pejabat senior polisi tewas dalam serangan bunuh diri serupa dengan kendaraannya di ibukota provinsi tersebut.

Pada bulan Oktober, setidaknya tujuh personel anti-terorisme elit terbunuh dalam sebuah bom di pinggir jalan yang mengarah ke truk tempat mereka bepergian.

Baca Juga; SERANGAN BOM, 7 POLISI PAKISTAN TEWAS

Serangan bom juga pernah terjadi pada  Oktober 2017 di Pakistan, sedikitnya tujuh polisi tewas dan 22 lainnya cedera dalam serangan bom tersebut.

“Ledakan tersebut menargetkan sebuah truk yang membawa polisi di pinggiran Quetta, ibu kota Balochistan,” kata menteri dalam negeri Mir Sarfraz Bugti kepada wartawan.

“Terlalu dini untuk mengatakan apakah itu ledakan yang dipicu oleh remote control, atau sebuah bom bunuh diri,” Tambahnya.

Menurut media setempat yang merujuk pada pihak kepolisian yang enggang menyebutkan identitasnya menyatakan bahwa ledakan tersebut berasal dari bom bunuh diri. (IF)