Dunia ekspress, 27 november 2017. – Sinai – Kelompok jihadis Sinai, militan Jundu Islam membantah keras telah melakukan serangan di Masjid Al-Rawdhah, Kota El-Arisy, Sinai Utara. Hal itu diungkapkan dalam sebuah rilis di media sosial Telegram pada Jumat (24/11/2017) yang dikutip Jihadology.net.

“Kami dari kelompok Jundul Islam berlepas diri dan menolak sangat keras aksi penyerangan di masjid desa Al-Rawdhah, Bir al-Abed, Sinai Utara yang mengakibatkan puluhan jamaah shalat tewas dan terluka,” kata kelompok itu.

Jundul Islam kemudian menghaturkan rasa belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan para korban dalam insiden tersebut.

“Semoga Allah mengampuni dan menempatkan mereka di dalamnya jannah-Nya. Semoga (keluarga yang ditinggal) diberi kesabaran dan orang-orang yang terluka agar segara diberi kesembuhan oleh Allah,” katanya.

Lebih lanjut, Jundul Islam menyatakan tiga sikap atas insiden tersebut. Pertama yakni mengemukakan bahwa kelompoknya mengharamkan darah, harta, kehormatan kaum muslimin dalam meniti jalan jihad. Kedua yakni mengingkari dan menyatakan dosa atas segala permusuhan terhadap umat Islam, karena darah mereka terjaga dan haram menumpahkannya.

Adapun ketiga yaitu mengimbau kepada rakyat Mesir secara umum dan penduduk Sinai secara khusus untuk meminta pertanggungjawaban kepada Pemerintah dalam mengusut tuntas pelaku penyerangan dan mengungkapkannya secara jujur kepada publik.

“Kami mengingatkan kepada mereka (rakyat Mesir) bahwa Pemerintah dan pasukannya masih membunuhi penduduk Sinai, mengusirnya, membuat mereka kelaparan dan menghinakannya malam dan siang sepanjang tahun,” katanya.

“Maka berhati-hatilah wahai penduduk Sinai atas kezaliman mereka,” imbuhnya.

Jundul Islam menjadi kelompok militan Sinai yang hingga saat ini masih aktif. Meski menggunakan simbol yang  kerap digunakan ISIS, kelompok ini diketahui terlibat bentrok dengan jaringan ISIS di Sinai.

Dalam sebuah pesan audio yang dirilis pada 11 November lalu, Jundul Islam mengaku bertanggung jawab atas serangan pada bulan Oktober terhadap militan ISIS di Sinai. Jundul Islam bersumpah untuk menghancurkan kelompok itu karena melakukan kejahatan terhadap umat Islam di wilayah tersebut.

Sumber: Jihadology

Baca juga, EXTRIMIS MENYERANG MESJID SUFI DI MESIR 235 JIWA TERBUNUH