SOHR: SERANGAN UDARA REZIM ASSAD TEWASKAN PULUHAN WARGA SIPIL

Duniaekspress, 27 November 2017. – Direktur Observatorium Suriah Untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, puluhan warga sipil tewas dalam serangan udara dan tembakan artileri di Suriah.

Serangan udara yang menargetkan distrik Ghouta Timur di luar ibukota Damaskus setidaknya menewaskan 23 orang akibat gencaranya serangan pasukan rezim Suriah dan terus meningkatkan tekanan militer terhadap daerah yang dikuasai kubu oposisi.

“Korban bisa meningkat lebih lanjut karena jumlah orang yang terluka dalam kondisi serius,” kata Rami Abdel Rahman, direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris. Sedikitnya empat anak termasuk di antara korban tewas, tambahnya.

Pusat Media Ghouta setempat juga melaporkan bahwa 23 warga sipil telah terbunuh.

Serangan terhadap Ghouta Timur selama dua minggu terakhir telah menewaskan lebih dari 100 orang, kata Observatorium Suriah.

Serangan hari Minggu menargetkan lingkungan tempat tinggal yang diposisikan oleh oposisi di Douma, Misraba, Ein Tarma, Medeira dan Harasta, menurut seorang reporter berita Anadolu di daerah tersebut.

Baca Juga: BLOKADE REZIM BASYAR PAKSA PENDUDUK GHOUTA MAKAN SAMPAH

Ghouta Timur terus mendapatkan serangan meski terdaftar sebagai “zona de-eskalasi”, di mana aktivitas militer dilarang berdasarkan sebuah kesepakatan yang disahkan oleh Turki, Rusia, dan Iran.

Guney Yildiz, dari Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan Suriah meningkatkan serangan terhadap pejuang oposisi sebelum perundingan baru di Jenewa dimulai pada hari Selasa.

“Saya pikir tujuan utamanya adalah membuat pemberontak merasa lebih lemah menjelang perundingan PBB pekan depan,” kata Guney, seperti yang dilansir Al Jazeera, Senin (27/11/2017).

Dia mencatat Ghouta Timur, dengan populasi sekitar 300.000, merupakan target yang signifikan karena letaknya yang sangat dekat dengan Damaskus. (IF)