Duniaekspress, 28 November 2017. – 1400 pasukan rezim telah terbunuh dan terluka dalam bentrokan yang terjadi dalam satu bulan dengan Hay’at Tahrir al-Sham di provinsi Idlib, Aleppo dan Hama.

“Jumlah korban menurut data sekitar 400 tentara rezim tewas dan 1000 militan sekutu tewas, korban luka jauh lebih banyak lagi lainnya,”Kantor berita Iba’a melaporkan, Ahad (26/11/2017).

Tentara rezim dan sekutunya menghadapi perlawanan oleh Tahrir al-Sham di Suriah tengah dan utara dimana banyak serangan rezim telah gagal mencapai kemajuan yang signifikan.

Menurut perkiraan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, lebih dari 119.000 pasukan pro-rezim telah terbunuh, termasuk 62.000 tentara, puluhan ribu milisi loyalis, dan 1.556 pejuang dari Hizbullah.

Baca Juga: NASEHAT SYAIKH AL-MAQDISY TERHADAP ORANG YANG MENGKAFIRKAN HTS

Lima kelompok pejuang oposisi di Suriah, termasuk bekas cabang Al-Qaidah yang telah berganti nama, telah mengumumkan pembentukan sebuah “kelompok tempur baru” untuk melawan rezim teroris pimpinan Bashar Al-Assad. Lima organisasi yang telah bergabung tersebut adalah: Jabhat Fateh Al-Sham (sebelumnya dikenal sebagai Jabhat Al-Nusrah), Harakat Nuruddin Al-Zinki, Liwa Al Haqq, Jabhat Ansaruddin dan Jaish Al-Sunnah.

Dalam pernyataan yang dirilis secara online, kelimanya mengatakan mereka telah bergabung untuk membentuk Hay’at Tahrir al Sham, atau “Majelis untuk Pembebasan Suriah.” Entitas baru itu dipimpin oleh jihadis yang dikenal sebagai Abu Jaber (juga dikenal sebagai Hashem al Sheikh), mantan pemimpin Ahrar Al-Sham, yang terus beroperasi di bawah nama sendiri di Suriah.

Meskipun penggabungan tersebut, Tahrir al-Sham telah dituduh bekerja sebagai cabang Al-Qaeda di Suriah pada tingkat rahasia namun secara resmi menolak menjadi bagian dari al-Qaeda. [fan]

Baca Juga: ISIS SERANG HTS DARI BELAKANG