Salah Satu Bibit Fitnah itu Bernama Ghulat Takfiri (Pengkafiran Ekstrem)

Baca sebelumnya, KETIKA PARA GHULAT TAKFIR DIMANFAATKAN MUSUH-MUSUH ISLAM

Duniaekspress, 02 desember 2017. – Salah seorang Ikhwah bercerita ketika berada di Afghanistan, pada tahun 1994 di camp Arab Peshawar Pakistan ‎ada sekelompok orang-orang yang hidupnya eksklusif (sangat tertutup), mereka hidup menyendiri menjauhi keramaian manusia, jarang bersosialisasi, ikhwah-ikhwah Arab tersebut berasal dari Aljazair. Bahkan tempat tinggal mereka sudah dibuat menjadi semacam benteng pertahanan.

Suatu hari salah seorang ikhwah dari kelompok Ikhwah eksklusif Aljazair ini, ada satu orang yang keluar dari pemahaman kelompok ini, entah mengapa dan apa alasannya, Ikhwah Aljazair ini ditembak mati ketika berjalan melewati sebuah gang di depan kamp Aljazair tersebut.

Pada waktu itu, ikhwah-ikhwah arab ‎lainnya ingin menolong, tetapi ditembaki dari depan markas kelompok eksklusif tersebut, sehingga tidak ada yang berani mengevakuasinya, sampai akhirnya istri ikhwah tersebut yang menyeret mayat sang suami sendirian.

Kejadian tersebut memancing ikhwah-ikhwah arab lainya dan ikhwah-ikhwah Afghanistan untuk mengepung kamp kelompok Aljazair yang dikenal membatasi pergaulannya. Karena ikhwah-ikhwah Aljazair menolak menyerah maka terjadi baku tembak sengit. Untuk menghindari fitnah tersebut ikhwah-ikhwah Arab keluar dari operasi pengepungan dan tinggallah ikhwah-ikhwah Afghanistan yang pada akhirnya juga menghindari kontak senjata ini.

Tidak lama kemudian Pasukan Elit Pakistan datang mengepung tempat tersebut dan terjadilah baku tembak sengit yang akhirnya 6 (enam) dari delapan orang ‎tewas dan 2 dua orang lainnya dapat meloloskan diri. Setelah kejadian tersebut, barulah diketahui bahwa mereka adalah orang-orang dari Jamaah Khilafah yang berasal Aljazair dan mereka membunuh bekas mantan anggota kelompok ini yang divonis murtad dikarenakan telah keluar dari Jamaah Khilafah ini. (Sumber : wawancara anonim Ikhwah Alumni Afghanistan).

Keterangan yang sama juga diceritakan oleh ustadz Imran Baihaqi alias Musthafa atau yang kita kenal dengan nama Ustadz Abu Thalut, saat ditanya mengenai sepak terjang kelompok ekstrim/ahlul ghulat takfiriyun di dunia jihad, beliau mengatakan:

“…(keterangan tentang munculnya kelompok takfiri sejak zaman jihad Afghan pertama) itu benar, saya sendiri waktu itu ada di sana dan mengalami. Kita waktu itu sampai mukafaah kita hilang mereka rampok! Ya, mereka anggap fa’i itu, saya dan beberapa ikhwan mengalami itu, jadi korban dari perampokan mereka itu. Jadi ketika sebulan sampai 2 bulan kok kita nggak dapat mukafaah, kemudian saya dan pak Zulkarnain mendatangi bendaharanya itu yang itu, apa namanya, maktabnya syaikh Abdullah Azzam, Usamah bin Ladin dan kawan-kawan itu (maksud beliau adalah Maktab Khidmat al Mujahidin-Peshawar, Pakistan,-red). Mereka mengatakan, ‘Kami baru saja dirampok sama orang-orang itu.’ Jadi di-fa’i iya…

Kemudian, dalam perkembangannya, mereka nggak laku di Peshawar, di Pakistan itu mereka nggak laku, nggak laku nggak ada yang ngikutin terus bubar mereka. Nah, ketika ada jihad di Aljazair, mereka kemudian ke Aljazair sana, gabung. Akhirnya kemudian di antara mereka ada yang jadi pimpinan bahkan Amir, Amir Jamaah Salafiyah lid Dakwah wal Qital di sana itu (maksud beliau adalah Al-Jama’ah Al-Islamiyah Al-Musallahah. karena pada periode tersebut belum muncul Jamaah As-Salafiyah lid Dakwah wal Qital-silakan cek Dakwah Muqawamah Al-Islamiyah Al-Alamiyah karya syaikh Abu Mush’ab As-Suri-wallaahu a’lam,-red), petinggi-petingginya dari kalangan mereka. Setelah itu, terjadilah pembunuhan-pembunuhan seperti yang dilakukan ISIS sekarang ini kepada sesama Mujahidin. Habis itu, apa namanya…ada reaksi dari Mujahidin, terus mereka terbunuh pimpinannya itu. Akhirnya, mereka geger…bubar.

Habis itu, kemudian di Irak muncul jihad Irak, di antara mereka yang masih hidup ikut jihad di Irak. Nah, sekarang orang-orang itu menjadi petinggi di ISIS, menjadi muftinya ISIS, ada yang menjadi salah seorang panglimanya. Jadi, ya…wajarlah kalau ISIS punya pandangan semacam itu karena ada orang-orang itu…”. ­– Sampai disini perkataan Ust. Abu Thalut , fakallahu asrah-.

Kebenaran cerita juga kita dapatkan dari Syaikh Al-Maqdisi dan Syaikh Ayman Adz-Dzawahiri Hafizhahullah. Api fitnah ini juga sudah diprediksikan. Syaikh Ayman berkata:

“Beliau [Syaikh Abu Khalid As-Suri] memberitahukan kepadaku bahwasanya ia melihat di negeri Syam bibit-bibit fitnah, yang dahulu beliau pernah menyaksikannya secara langsung di Peshawar [Pakistan], yaitu fitnah kebodohan, hawa nafsu, dan kezaliman yang menghalalkan darah dan kehormatan atas dasar klaim-klaim, syubhat-syubhat, hawa nafsu dan ambisi [terhadap kekuasaan].”

Syaikh Aiman Az-Zhawahiri melanjutkan kisahnya :

“Hal ini mengingatkanku dengan sebuah kisah yang membuat tertawa sekaligus membuat tangisan, yang aku alami sendiri di Peshawar. Ringkas cerita, saya bertemu dengan saudaraku tercinta Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi semoga Allah menjaganya dari segala keburukan dan menyegerakan kebebasan beliau dari penjara. Saya katakan kepadanya: ‘Ada satu kelompok yang mengkafirkan saya karena saya tidak mengkafirkan mujahidin Afghanistan.’ Maka Abu Muhammad Al-Maqdisi tertawa dan berkata kepadaku, ‘Engkau tidak tahu kalau mereka itu mengkafirkan aku karena aku tidak mengkafirkan kamu.’ Semoga Allah menerima Syaikh Abu Khalid As-Suri rahimahullah dalam golongan syuhada’, menerima amal kebaikannya, mengampuni kesalahannya dan menempatkannya dalam surga yang tertinggi Al-Firdaus.” (AB)

Bersambung …

 

Baca juga, GHULUW RUSAK MATA HATI MEREKA