GERAKAN EKSTRIMIS TAKFIRI MIRIP DENGAN KHAWARIJ MODERN JAMA’AH TAKFIR WAL HIJRAH

Baca sebelumnya, BIBIT FITNAH ITU BERNAMA GHULAT TAKFIRI

Duniaekspress, 03 desember 2017. – Diantara ciri-ciri ushul atau dasar Jama’ah Takfir wal Hijrah adalah menjauhi masyarakat dan meninggalkannya dengan alasan bahwa masyarakat ini telah kafir. Karena itu kita harus mengetahui perkembangan jama’ah ini dan mengetahui asal-usul mereka serta ciri-cirinya.

Jama’ah Takfir wal Hijrah dikategorikan sebagai cerminan Khawarij modern, mereka bahkan menamai dirinya sendiri dengan nama Jama’atul Muslimin, sebuah nama yang hanya pantas disandang oleh Imamatul Udzhma/Khalifah Kaum Muslimin? Jama’ah ini telah berkembang di Mesir di bawah pimpinan seorang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Asyut yang bernama Syukri Mustofa. Ia telah memunculkan kembali pemikiran Khawarij setelah penahanannya sekitar tahun 1385 H. Demikianlah, kebanyakan pemikiran ini tumbuh berkembang ketika berada dalam penjara hingga tahun 1391 H. Kemudian, berkembanglah jamaah ini dan meluaslah pemikirannya menuju sikap ghuluw hingga para tokohnya dibunuh akibat dari penculikan dan pembunuhan terhadap Dr. Muhammad Husain adz-Dzahabi. (Lihat kitab al-Khawarij, Dr. Nashir al- Aql, hal. 132.)

Ciri-ciri khawarij pada jamaah modern pimpinan Syukri Musthofa adalah sebagai berikut:

1. Prinsip At-Takfir

Hal itu menurut mereka meliputi:

  1. Mengkafirkan orang yang melakukan dosa besar dan mengatakan dia telah keluar dari agama, dan ia kekal dalam neraka, seperti dikatakan Khawarij dulu.
  2. Mengkafirkan orang yang menyalahi mereka dari orang-orang Muslim (ulama dan selainnya) serta mengkafirkan orang tertentu.
  3. Mengkafirkan orang yang keluar dari jama’ah mereka atau orang-orang yang menyalahi sebagian usul-usul mereka.
  4. Mengkafirkan masyarakat Muslim (selain mereka) dan mengklaim bahwa mereka merupakan masyarakat jahiliyah.
  5. Mengkafirkan dengan mutlak setiap orang yang menghukumi dengan selain apa yang diturunkan Allah.
  6. Mengkafirkan orang yang tidak hijrah kepada mereka dan orang-orang yang tidak hijrah dari masyarakat dan lembaga-lembaga.
  7. Mengkafirkan orang-orang yang tidak mengkafirkan orang yang kafir menurut mereka secara mutlak.

2. Prinsip Wajib Hijrah dan Uzlah

Menurut mereka prinsip wajibnya hijrah dan uzlah ini meliputi:

  1. Hijrah dari masjid orang-orang Muslim dan tidak melaksanakan shalat di dalamnya, serta tidak melaksanakan shalat Jum’at.
  2. Hijrah dari masyarakat Muslim yang ada di sekitar mereka.
  3. Hijrah dari belajar dan mengajar dan mengharamkan masuk ke universitas-universitas dan sekolah-sekolah.
  4. Hijrah dari jabatan-jabatan pemerintah dan bekerja di yayasan-yayasan masyarakat dan mengharamkan berinteraksi dengan masyarakat yang mereka sebut dengan masyarakat jahiliyah yaitu setiap orang selain jama’ah mereka, yakni Jama’ah Takfir Wal Hijrah (Lihat Kitab al-Khawarij, Dr. Nashir al- Aqli, hlm. 132.)

Sebagai akibat dari penahanan, penindasan dan sikap represif rezim Thagut Mesir kepada gerakan Islam ini maka lahirlah gerakan-gerakan aneh lagi menyimpang semacam Jamaah Takfir wal Hijrah ini.

Hal ini menjadi kajian dan dianalisa oleh Rezim Thaghut Saudi, Yordan dan Mesir yang dibiayai pangeran Nayef. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Abu Mus’ab As-Suri bahwa Badan Intelijen Saudi Arabiya yang berada di bawah Menteri Dalam Negeri Pangeran Nayif bin Abdul Aziz sejak 1991 (beberapa tahun paska insiden Jamaah Takfir wal Hijrah) telah mendirikan badan intelijen yang represif, keputusan ini diambil berkat masukan dari tim kerja intelijen Mesir berserta mantan menteri dalam negeri Mesir yang bercitra buruk bernama Zaki Badr dan tim intelijen Yordan tentang metode untuk memunculkan dan memanfaatkan gerakan semacam ini untuk dibenturkan kepada musuh-musuh negara dari gerakan Islam itu sendiri.

Maka dimulailah proyek untuk melahirkan gerakan takfiri sekaligus memberangus gerakan jihad…

Asy-Syaikh Abu Mush’ab As-Suri, sebagai salah seorang ulama jihadis modern mengatakan :

“Sejumlah aktifis jihad, baik di Saudi ataupun lainya, yang selamat dari penjara Ruwais di kota Jeddah yang terkenal kekejamannya bercerita bahwa paska peristiwa dua peledakan di Riyadh dan Al-Khaibar tahun 1994, Ribuan pemuda yang mempunyai latar belakang Jihad, atau dicurigai berpaham Jihadi diinterogasi oleh aparat. Para pemuda tadi mengalami berbagai macam penyiksaan dari badan keamanan Saudi Arabia juga dari petugas bayaran dari Mesir,Tunisia, Suriah dan negara-negara yang piawai dalam ilmu penyiksaan.

Badan Intelijen Saudi Arabia benar-benar mengambil pelajaran dari eksperimen keamanan Aljazair dan kesimpulan yang mereka ambil adalahKegunaan Aliran Takfiri untuk Membinasakan Jihad! Inilah eksperimen terpenting sehingga para intelijen gigih mengcopy paste dan membangkitkan aliran Takfir dengan mewujudkan sayap kanan sebagai penyeimbang”. (lihat kembali buku Dakwah Muqawamah karya Abu Mush’ab As-Suri dan diterjemahkan dengan judul Perjalanan Gerakan Jihad 1930-2003 penerbit‎ Jazeera-Solo hlm. 34 -35 )

Dengan melihat kembali buku Perjalanan Gerakan Jihad maka kita akan memahami konspirasi jahat ini. Inilah salah satu makar musuh-musuh Islam Global dari kalangan Rezim Thaghut Murtad yang memanfaatkan sikap-sikap aneh di dalam beragama. (AB)

Bersambung …

 

Baca juga, Betulkah Tidak Ada Udzur Jahil Dalam Syirik Akbar ?