Duniaekspress, 4 Desember 2017. – Pejabat pemerintahan Provinsi Nangarhar mengatakan, sedikitnya lima warga sipil telah tewas dan tujuh lainnya luka-luka dalam sebuah ledakan di luar tempat pertemuan politikus pendukung pemerintah pro-pemerintah di Afghanistan timur.

Attaullah Khogyani, juru bicara gubernur provinsi di provinsi Nangarhar timur, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sebuah pertemuan politik di ibukota kota Jalalabad telah menjadi sasaran.

“Kami bisa memastikan lima rekan senegara kami tewas dan tujuh lainnya terluka dalam serangan tersebut,” kata Khogyani, Ahad (3/12/2017).

Dia mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi saat bahan peledak, yang ditanam di sebuah sepeda motor diledakkan di luar stadion Gul Agha Sherzai di pusat kota Jalalabad.

Namun, tidak diketahui apakah seorang penyerang bunuh diri mengendarainya atau sepeda motor bertubuh ledakan itu diparkir di sana.

Belum ada klaim tanggung jawab langsung.

Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh politisi lokal untuk mengungkapkan dukungan mereka kepada pemerintah Kabul setelah pertemuan politik saingan di provinsi Kandahar sehari sebelumnya.

Kota Jalalabad telah berada dalam daftar sasaran milisi pro-Daesh yang bersembunyi di distrik pegunungan selatan provinsi tersebut yang berbatasan dengan suku Pakistan yang bergolak.

Pada hari Sabtu, dua petugas Direktorat Keamanan Nasional (NDS) tewas dalam ledakan serupa yang disebabkan oleh bahan peledak yang ditempatkan di sebuah becak otomatis.

Serangan bom yang menewaskan dua petugas keamanan tersebut telah diklaim Gerilyawan pro-Daesh.

Berita Terkait:

SERANGAN THALIBAN DI KANDAHAR TEWASKAN 22 POLISI AFGHANISTAN

AFGHANISTAN, PERANG SEKTARIAN BESAR KE DUA SETELAH SURIAH