Bibit Ghulat Takfiri Menurut Syaikh Abu Mus’ab As-Suri

Baca sebelumnya, GERAKAN EKSTRIMIS TAKFIRI MIRIP DENGAN KHAWARIJ MODERN JAMA’AH TAKFIR WAL HIJRAH DI MESIR

Duniaekspress, 04 desember 2017. – Syaikh Abu Mus’ab As-Suri Fakallahu Asrah, beliaulah guru kita dan Hudzaifah Al-Yamani jaman kita sekarang ini. Beliau telah mengetahui makar busuk dan jahat ini. Bahwa tindakan-tindakan represif Rezim Murtad telah menghasilkan bibit Takfiri secara tidak langsung, persoalan ini telah menjadi rumus baku, dan bagaimana dengan rumus tersebut, gerakan takfiri bisa dikuasai dan ditunggangi untuk kepentingan jangka panjang demi untuk mempertahankan status quo rezim murtad ini.

Demikianlah, thaghut pun mengulangi kesuksesan mereka. Setelah sebelumnya mereka sukses membuat aliran Salafi (Salafi Maz’um) untuk dibenturkan dengan pemikiran IM (Ikhwanul Muslimin) yang kian menggurita dan menguasai berbagai sektor di seluruh jazirah Arab, maka menghadapi kaum “Radikal” semacam Al-Qaeda yang telah menjadi ancaman nyata juga sudah di rancang cukup lama, apalagi Al-Qaeda merupakan buah dari Rahim Ikhwanul Muslimin (lihat kembali kitab Dakwah Muqawamah) yang secara pemikiran dan gerakan adalah bahaya laten bagi para thaghut sehingga harus selalu diwaspadai pertumbuhan dan penyebarannya.

Para tokoh intelijen di berbagai negara pun saling berlomba untuk memprediksi pertumbuhan dan perkembangan gerakan Al-Qaeda, sekaligus menentukan faktor alami yang tepat untuk dibenturkan dengan gerakan ini. Oleh sebab itu, rezim thaghut menciptakan tokoh dan simpatisan guna dibenturkan untuk memperlemah gerakan ini menjadi agenda penting musuh-musuh gerakan ini, dimulai dari pangeran Nayef yang berkerja sama dengan agen intelijen Mesir dan intelijen Yordan untuk memilih salah satu aliran menyimpang dalam tubuh umat Islam untuk dibenturkan demi menghancurkan Al-Qaeda pada khususnya dan Jihad pada umumnya.

Dan pilihan mereka pun jatuh kepada aliran gerakan takfiri ini…

Berkenaan dengan hal tersebut, Syaikh Abu Mush’ab as-Suri mengatakan di dalam kitab Dakwah Muqawamah :

“Untuk memahami fenomena lahirnya Aliran Takfiri, harus kita pahami rumus pembentuk aliran tersebut, kami telah memformulakan hal itu, yaitu:

Penguasa Kafir dan Zhalim + Algojo bengis dan jahat + Kebangkitan Islam yang lemah + Masyarakat awam yang rusak + Kelompok pemuda yang bersemangat tetapi bodoh dan terzalimi = Kelahiran Aliran Takfiri

Kesimpulan apa yang di alami oleh fenomena ‎ini sejak kelahirannya pada awal tahun 1970 an hingga hari ini adalah bahwa aliran ini masih bersifat terbatas dan terisolir, aliran ini tidak populer dan tidak menyebar luas, baik di tengah-tengah aktivis Ash-Shahwah Al-Islamiyah (Kebangkitan Islam) maupun di kalangan masyarakat awam”. (Perjalanan Gerakan Jihad (1930-2002) Sejarah, Eksperimen, dan Evaluasi penerbit Jazeera hal. 31)

Analisa ini juga pernah saya muat dalam tulisan analisa saya pada serial Komunikasi Politik Al-Qaeda bagian ke dua dalam bab Jihad Suriah :

“Ketika badan intelijen mempelajari fenomena ini, mereka menemukan formula dan rumus lahirnya gerakan ini, badan-badan intelijen ini memprediksikan akan lahirnya gerakan jihad beraliran takfiri karena faktor penjajahan pasukan asing dan tindakan represif rezim thaghut, serta jauhnya para aktivis jihad dari ulama yang tulus. Sehingga merekapun terjebak dalam takfir yang berlebihan karena dangkalnya ilmu serta kekecewaan terhadap mereka yang tidak sepaham.

Kehadiran bibit-bibit gerakan takfiri ini terus dikontrol dan dibina oleh intelijen, mereka menjadi alat kepentingan intelijen. Kehadiran mereka dibutuhkan seiring tumbuhnya bibit-bibit ekstrim dengan pola yang sudah dikenali oleh pihak intelijen. Intelijen pun kemudian dengan mudah melakukan operasi infiltrasi kedalamnya, mengambil data-datanya, jaringannya dan dengan keberadaan mereka, intelijen merancang skenario untuk membuat stigma buruk bagi gerakan Islam lainnya untuk menggulung habis mereka. Demikianlah yang pernah terjadi di Aljazair.

Copy-paste benih-benih takfiri ini kemudian diadopsi sisa-sisa rezim Baghdad era Saddam Husein dan Rezim murtad Nushairiyah Suriah hari ini, yang dalam dekade sebelumnya telah menanam agennya di Daulah Islam Iraq, yang keberadaannya semakin menguat paska habisnya elemen Al-Qaeda di tubuh Daulah Islam Iraq, baik karena terbunuh maupun tertawan.”(‎http://m.muqawamah.com/sangat-penting-mengenal-komunikasi-politik-al-qaeda-dalam-memimpin-umat-bag-2.html)

Bersambung …

 

Baca juga, SEJATINYA KAIDAH “BARANGSIAPA YANG TIDAK MENGKAFIRKAN ORANG KAFIR MAKA DIA KAFIR” KEPADA KAFIR ASLI SEPERTI YAHUDI DAN NASRANI, BUKAN PADA MUSLIM