MENGENAL TOSHIFUMI FUJIMOTO

Duniaekspress, 05 desember 2017. – Dari berbagai berita yang menyedihkan dan menggembirakan soal perlawanan Mujahidin di Suriah melawan rezim Syiah Nusyairiyah pimpinan Basar al Assad, ada satu berita menarik perhatian saya, dimana salah seorang mualaf warga negara Jepang ikut berjihad bersama Muhajidin, walau tidak ikut mengangkat senjata layaknya orang berjihad, namun “senjatanya” berupa kamera tidak kalah dahsyatnya memberitakan berita perang Suriah dengan foto-fotonya.

Nama lengkapnya Toshifumi Fujimoto, umur 45 tahun, berkebangsaan Jepang, aktivitasnya dulu adalah pengusaha minyak dan mempunyai hobi fotografi. Setelah menjadi Muslim beliau berkeliling dunia untuk bergabung dengan para Mujahidin.

Awalnya ke Kairo menyaksikan keruntuhan rezim Hosni Mobarak. Tahun lalu ke Yaman, menyaksikan pertempuran antara Mujahidin dan tentara Amerika, selain itu pernah juga ke Afganistan bertemu kelompok Taliban, dan saat ini berada di Suriah, negara yang sedang berkecamuk perang antara kaum Mujahidin dan antek Basar al Assad yang dibantu pasukan dari Iran dan Hizbu- syaiton.

Sudah dua minggu berada di Aleppo, kota dimana banyak jatuh korban hingga lima puluhan ribu jiwa lebih.

Dengan segala keterbatasan karena tidak bisa bahasa Inggris dan bahasa Arab, beliau tetap bertekad tetap berangkat dan berusaha menemui kelompok Mujahidin. Untuk berinteraksi dengan mereka ia menggunakan google translate. “Aku selalu pergi sendiri menyaksikan peperangan didunia ini, karena tidak ada yang mau menemaniku. Perang Suriah memacu adrenalin bagiku, ini mengagumkan!”

Fujimoto aktif menyebarkan foto-foto Jihad Suriah, permintaan followernya makin banyak, warga Jepang banyak yang simpati dan membuat inspirasi bukan hanya bagi muslim lainnya di Jepang, bahkan diseluruh dunia.
Selain itu Fujimoto sangat mengagumi para Mujahidin, pelajaran yang bisa diambil dari mereka adalah saat keberanian mereka menghadapi musuh, mereka orang yang tidak takut mati.

Semoga Allah melindungi dirimu dari desingan peluru atau ledakan bom, sehingga tetap bisa menyebarkan berita-berita foto ke seluruh dunia. Terima kasih engkau telah menginspirasi seluruh muslim di dunia.

La haula wala quwwata illa billah… Wallahu’alam. (AB)

Baca juga, SIAPA FARHANA MAUTE, IBU YANG MENEBUS DENDAM KELUARGA DI MARAWI ?