Duniaekspress, 07 Desember 2017. –Houthi memperketat cengkeramannya di ibu kota Yaman Sanaa, setelah membunuh mantan presiden Ali Abdullah Saleh, koalisi pimpinan Saudi mengintensifkan serangan udara, Rabu (6/12/2017).

Arab Saudi dan sekutunya melakukan serangan setelah sehari putra Saleh berjanji untuk memimpin sebuah kampanye melawan Huthi yang berkolaborasi dengan Iran.

Intervensi oleh Ahmed Ali, mantan pemimpin Garda Republikan elit dilihat sebagai pengganti pontensial ayahnya (Saleh, red), untuk memimpin pertempuran melawan pemberontak Syiah Houthi yang didukung iran.

Perang Yaman, yang membuat orang-orang Houthis bersekutu dengan Iran yang menguasai Sanaa melawan aliansi militer yang dipimpin oleh Saudi yang mendukung sebuah pemerintahan yang berbasis di selatan, telah membawa apa yang oleh PBB disebut sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Saleh telah membantu Huthi menguasai sebagian besar wilayah utara negara itu, termasuk Sanaa dan keputusannya untuk mengalihkan kesetiaan dan meninggalkan Houthi dalam sepekan terakhir adalah perubahan paling dramatis di medan perang bertahun-tahun.

Baca Juga: PUTRA ABDULLAH SALEH ANCAM BALAS HOUTHI

Jet tempur koalisi dikabarkan melakukan puluhan serangan udara, membom posisi Houthi di Sanaa dan di provinsi utara lainnya.

Sumber lokal mengatakan serangan udara juga melanda provinsi-provinsi utara termasuk Taiz, Haja, Midi dan Saada. Tidak ada pernyataam tentang korban jiwa.

Sebagai pertanda dukungan dan perlawanan, puluhan ribu pendukung Houthi melakukan demonstrasi di Sanaa pada hari Selasa (5/12) untuk merayakan kematian Saleh. Mereka meneriakkan slogan melawan Arab Saudi dan sekutu-sekutunya.

Perang proxy antara saingan berat regional Arab Saudi dan Iran telah membunuh lebih dari 10.000 orang, dengan lebih dari dua juta orang mengungsi. Hampir satu juta telah terkena wabah kolera dan kelaparan mengancam sebagian besar negara. (IF)