Duniaekspress, 7 Desember 2017- Sehubungan degan Keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Jerusalem sebag Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedubes AS ke sana, maka Majelis ulama Indonesia dengan ini menyatakan:

Pertama
Mengecam keras dan menolak keputusan tsb yg merupakan bentuk agresi, provokasi, dan radikalisme yg nyata.

Kedua
Keputusan tersebut membuka dan membuktikan standart ganda AS selama ini yg tidak bersungguh-su ngguh menyelesaikan konflik Israel-Palestina secara berkeadikan.

Ketiga
Pengakuan tersebut mendorong peningkatan eskalasi ektrimisme dan radikalisme di dunia sebagai reaksi atas kezaliman dan arogansi Amerika serikat.

Keempat
MUI mendesak agar PBB segera mengambil
Tindakan nyata guna menyelamatkan kesepakatan UN ttg Two state solution bagi penyelesaian konflik Arab Israel.

Kelima
Keputusan tersebut jelas akan mematikan proses perdamaian yg telah berlangsung lama dan akan mendorong radikalisasi di kalangan umat Islam sebagai reaksi terhadap radikalisme dan ketidakadilan global yg diciptakan AS.

Keenam

Meminta Presiden Donald Trump untuk mencabut keputusannya, dan mendesak OKI utk melakukan langkah politik dan diplomatik utk membatalkan atau mengabaikan keputusan tersebut.

Ketujuh
Meminta Presiden Donald Trump utk mencabut keputusannya, dan mendesak OKI utk melakukan langkah politik dan diplomatik utk membatalkan atau mengabaikan keputusan tsb.

Kedelapan
Meminta OIC,LIGA ARAB DAN ORGANISASI REGIONAL ISLAM DI DUNIA agar segera mengadakan pertemuan khusus guna mencari penyelasaian komprehensif bagi konflik Arab Israel.
Mendesak semua negara Arab dan Islam yg telah menjalin hubungan diplomatik agar memutuskannya demi keadilan dan perdamaian.

Kesembilan
Pengakuan ini secara tidak langsung mendukung penjajahan Israel atas Palestina . Indonesia sesuai dgn konstitusinya berkewajiban menolak semua bentuk penjajahan di atas bumi

Kesepuluh
Mendesak Pemerintah Indonesia agar mengambil peran maksimalnya sebagai negara dengan penduduk
Muslim terbesar guna mencari solusi terbaik

Jakarta 5/12/2017
19/3/1439

KH. Maruf Amin
Ketua umum

Dr. Anwar Abbas
Sekjen

Baca Juga:

TERKAIT YERUSALEM, SAUDI: KEPUTUSAN AS TIDAK DAPAT DIBENARKAN

HAMAS SERUKAN INTIFADAH BARU UNTUK ZIONIS