SIKAP GHULUW DALAM TAKFIR TELAH MELAYANI MUSUH-MUSUH ISLAM

Baca sebelumnya, MAKAR JAHAT DAN KEBODOHAN KAUM EKSTRIM

Duniaekspress, 09 Desember 2017. – Syaikh Abdul Aziz bin Syakir Asy-Syarif hafizhahulah menyebutkan bahwa sikap mereka yang ekstrim, mudah dan gegabah dalam mengkafirkan tersebut ~sadar maupun tidak sadar~ telah melayani musuh-musuh Islam. Sikap mereka tersebut ~sadar maupun tidak sadar~ telah merusak dakwah dan jihad dari tiga aspek:

Pertama, memisahkan mujahidin dari umat Islam dengan menggambarkan mujahidin ~bagi orang awam yang bodoh dan tidak mengenal hakekat mujahidin~ sebagai orang-orang ekstrim yang mengkafirkan kelompok-kelompok, ulama-ulama dan juru dakwah Islam yang berbeda pendapat dengan mujahidin.

Kedua, menyebarluaskan pemahaman-pemahaman ekstrim di tengah kelompok-kelompok mujahidin dalam perkara-perkara yang sifatnya ijtihad fiqih yang bersifat zhanni. Akibatnya sebagian mujahidin yang terkena racun pemikiran-pemikiran tersebut akan mengarahkan peperangan mereka kepada umat Islam sendiri, yaitu orang-orang Islam yang mereka vonis sebagai “orang-orang musyrik”, “orang-orang kafir” dan “ahlu bid’ah”. Hal itu akan mengalihkan konsentrasi mujahidin dari memerangi aliansi zionis, salibis, paganis dan komunis yang memerangi kaum muslimin.

Ketiga, mengecilkan dan meremehkan kedudukan para ulama mujahidin dan komandan mujahidin dalam pandangan masyarakat serta mencela mereka, dengan tuduhan para ulama mujahidin dan komandan mujahidin memiliki kelemahan di bidang kajian syariat dan tidak memiliki ilmu yang mumpuni.

Dengan demikian masyarakat luas akan meragukan kemampuan para ulama mujahidin dan komandan mujahidin. Lalu masyarakat akan meninggalkan para ulama mujahidin dan komandan mujahidin, terutama para ulama dan komandan yang memiliki peranan penting dalam mengatur jihad di bidang syariat maupun operasi lapangan.

Jika umat Islam telah hilang kepercayaan kepada para ulama mujahidin dan komandan mujahidin serta meninggalkan mereka, maka umat Islam akan menyerahkan kepemimpinan dakwah dan jihad mereka kepada orang-orang bodoh dan “anak-anak kecil”.

Usaha memetik kemenangan dakwah dan jihad yang telah dirintis selama puluhan tahun oleh para ulama mujahidin dan komandan mujahidin akan musnah begitu saja dalam hitungan‎ waktu yang singkat oleh orang-orang yang disifati oleh nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa Salam sebagai “orang-orang yang muda usianya dan sempit wawasannya”.

Pada saat itulah umat akan menemui kehancurannya dan musuh-musuh Islam bertepuk tangan karena meraih kemenangan dengan “meminjam” tangan orang-orang Islam sendiri. (Syaikh Abdul Aziz bin Syakir Asy-Syarif, Tanzihu I’lam Al-Mujahidin ‘an ‘Abatsi Al-Ghulat Al-Mufsidin, hlm. 17)

Tidak heran apabila banyak ulama dan komandan mujahidin mensinyalir bahwa dinas intelijen para thaghut dan LSM-LSM zionis-salibis biasa menunggangi atau melakukan infiltrasi lewat orang-orang yang sangat ekstrim, mudah dan gegabah dalam mengkafirkan tanpa mengindahkan kaedah-kaedah syariat.

Silahkan mengkaji, misalnya, artikel yang dimuat oleh situs mimbar at-tawhid wal jihad yang berjudul “Hal hunaka ‘alaqatun baina Muassasah Rand wa ghulat at-takfir” (Apakah ada kaitan antara Rand Corporation dan orang-orang yang ekstrim dalam masalah pengkafiran?), lihat http://www.tawhed.ws/r?i=16011030.

Kita tertipu dengan euforia khilafah palsu ala Al-Baghdadi, hausnya kita kepada Khilafah Islamiyah hari ini tidak menjadi alasan hilang kewarasan otak kita , insting kita dan logika kita!

Rindu kita, semangat kita dalam penegakan Syariat Islam di bumi ini tidak menjadikan alasan kita sebagai busur dan mata pedang untuk dada-dada kaum muslimin lainnya.

Tidakah kita mengambil pelajaran dari kegagalan kita yang lalu, cukuplah pengalaman pahit kegagalan saudara-saudara kita di Mesir dan Aljazair menjadi Ibrah/pelajaran yang baik untuk tidak di ulangi dan disebarkan. Mengapa kita tidak melihat dulu, bersabar dan meminta nasihat kepada penghulu kita dalam Jihad kita?

Sadarkah kita‎, bahwa kita telah di gunakan musuh untuk melawan saudara-saudara kita yang tidak sependapat dalam beberapa masalah Furu’ dan yang kita anggap Ushul/ pokok, dan tidak masuk akal jika ini menjadi alasan kita untuk meng-eksekusi, memenggal kepala saudara-saudara kita muslim terlebih sesama Mujahid , wal Iyyadzubillah.

Demikian adanya, bila ada kebenaran datangnya dari Allah dan kekurangan, kesalahan dan kealpaan dari pribadi saya-Wallaahu a’laam bis-shawaab. selesai. (AB)

Sumber : tim muqawamah.

 

Baca juga, JIKA SYAIKH USAMAH MASIH HIDUP BELIAU AKAN MELAWAN PAHAM TAKFIR EKSTRIM.