Duniaekspress, 8 Desember 2017. – Akhirnya, Amerika telah sepenuhnya mengekspos wajah penjajahnya dan menyatakan permusuhan terhadap Islam serta mendukung kebijakan pendudukan dan penjajahan tanah Muslim.

Imarah Islam mengecam keras pengakuan terhadap kiblat pertama Muslim Baitul Maqdis sebagai ibukota penjajah Israel oleh presiden Amerika dan menganggapnya sebagai fanatik anti-Muslim dan langkah sembrono.

Keputusan Trump ini akan mengipas api konflik di seluruh dunia terutama Timur Tengah.

Presiden AS menunjukkan bahwa Amerika terlibat langsung dalam semua kesengsaraan Muslim yang telah membuat marah umat Islam selama beberapa dekade, merebut tanah air mereka, membunuh rakyat mereka dan berusaha untuk menghancurkan nilai-nilai Islam.

Imarah Islam meminta semua umat Islam dan negara-negara Islam untuk menyatakan solidaritas mereka dengan Baitul Maqdis dan mendukung perlawanan hukum negara Palestina yang tertindas.

Jika dunia Muslim gagal menggalang persaudaraan satu sama lain dan mendekati masalah mereka dalam persatuan, kenali plot anti Islam dan terus menyia-nyiakan kesempatan, maka saat-saat dekat ketika tempat-tempat suci Muslim akan terhinakan lagi dan keberadaan Muslim harus berhadapan dengan bahaya yang besar.

Zabihullah mujahid, menegaskan kembali,  Presiden AS menunjukkan bahwa Amerika terlibat langsung dalam semua kesengsaraan Muslim yang telah membuat marah umat Islam selama beberapa dekade ini, merebut tanah air mereka, membunuh rakyat mereka dan berusaha untuk menghancurkan nilai-nilai Islamis.
Dan Imarah Islam meminta kepada semua umat Islam dan negara-negara Islam untuk menyatakan solidaritas mereka atas Baitul Maqdis dan mendukung perlawanan negara Palestina yang tertindas.
Jika dunia Muslim gagal memberikan rasa persaudaraan satu sama lain dan mendekati masalah dalam persatuan,maka kenalilah plot plot anti-Islam yang terus mencari kesempatan mengambil tempat suci umat islam dan tanah tanah kaum muslimin
Imarah Islam Afghanistan
19/03/1439
Zabihullah mujahid

Baca juga, TESTIMONI MANTAN PETINGGI ISIS YANG MEMBELOT KE MUJAHIDIN THALIBAN