PUI MEMINTA PENOLAKAN ATAS PENCAPLOKAN AL-QUDS OLEH ISRAEL DAN AMERIKA

Duniaekspress, 09 desember 2017. – Jakarta – Persatuan Ummat Islam (PUI) menilai keputusan Donald Trump yang mengakui Al-Quds atau kota Yerusalemm sebagai ibukota Israel merupakan kelanjutan Yahudisasi. Ulama pun diminta menggelorakan semangat jihad melawan Yahudi Israel.

“Pemindahan kantor Kedubes AS ke Al-Quds, hanyalah kelanjutan dari Yahudisasi Al-Quds dan cengkeraman penjajahan di bumi wakaf Palestina,” kata ketua umum DPP PUI Nazar Haris melalui pernyataan tertulis, Jumat (08/12/2017).

Nazar menyoroti keputusan pengakuan Al-Quds sebagai ibukota Israel oleh Donald Trump yang dilakukan bertepatan dengan momentum Maulid Nabi. Namun, yang dia mengaku heran atas keputusan Trump yang diklaim sebagai hasil konsultasi dengan negara-negara Saudi, UAE, dan Mesir.

Dia pun menegaskan pembebasan Al-Quds, Palestina harus dimulai dengan membebaskan negeri-negeri Islam dari penguasa, raja-raja, dan pemerintahan yang berdiri atas dukungan Inggris-Perancis. Nazar mengecam perilaku elemen-elemen bangsa Arab, yang tidak lagi menjadikan Palestina sebagai problem bersama umat Islam.

“Mengajak ulama-ulama di seluruh dunia Arab dan dunia Islam, agar menggelorakan semangat jihad melawan arogansi Yahudi Israel,” tandasnya.

Seperti diketahui, presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengeluarkan pernyataan pengakuan Al-Quds atau Yerusalaem sebagai ibu kota Israel. Negara itu juga akan segera memindahkan kantor kedutaan besarnya dari Tel Aviv. (AB/kiblat)

 

Baca juga, KH CHOLIL RIDWAN: UMAT HARUS PAHAM POLITIK ISLAM