ISRAEL HADAPI PEMROTES DENGAN TINDAKAN BRUTAL

Duniaekspress, 9 Desember 2017- Sedikitnya satu orang Palestina terbunuh di Jalur Gaza ketika tentara Israel menggunakan kekuatan militer untuk membubarkan demonstrasi Jumat (8/12) yang digelar di wilayah Palestina.

Setelah shalat Jumat, ribuan orang Palestina berkumpul di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur untuk memprotes keputusan Presiden AS Tren Donald Trump diumumkan awal pekan ini yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Di kota Ramallah, Tepi Barat, ratusan orang Palestina bergerak dari pusat kota ke pos pemeriksaan militer Israel Bet Eil.

“Sedikitnya satu orang Palestina terluka oleh peluru tajam dan 14 lainnya dengan peluru karet saat bentrokan meletus di kota Ramallah,” kata Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Anadolu Agency Jum’at (8/12/2017).

Bentrokan juga dilaporkan terjadi di beberapa kota Tepi Barat lainnya, termasuk Hebron (Al-Khalil), Bethlehem, Nablus, Jenin, Tulkarm, Qalqiliya dan Jericho.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina (PRC), setidaknya tiga warga Palestina terluka oleh tembakan peluru tajam dalam bentrokan yang meletus di kamp pengungsi Al-Arroub dekat Hebron.

“Di kota Hebron sendiri, enam lainnya terluka oleh peluru karet dan peluru tajam,” kata PRC dalam sebuah pernyataan.

Kemudian diketahui juga bahwa setidaknya 12 warga Palestina telah terluka oleh peluru karet di desa Kafr Qaddoum dekat Nablus, sementara tiga lainnya menderita luka serupa di Betlehem.

“Sejauh ini, sebanyak 187 warga Palestina telah menderita inhalasi gas air mata yang melimpah di Tepi Barat, termasuk 40 di desa Kasra,” kata PRC.

“30 orang terluka oleh peluru karet,” tambah PRC

Baca Juga: AL-QAIDAH SERUKAN PERSATUAN UMMAT

Pengunjuk rasa terbunuh

Sementara itu di Jalur Gaza, seorang pria Palestina tewas setelah bentrokan meletus antara pemuda Palestina dan pasukan keamanan Israel di daerah perbatasan perbatasan.

“Mahmoud al-Masri, 30, ditembak di leher oleh pasukan Israel dalam bentrokan yang terjadi di kota Khan Younis,” kata Ashraf al-Qodra, seorang juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, dalam sebuah pernyataan.

“Al-Masri dilarikan ke rumah sakit terdekat dimana dia segera dinyatakan meninggal,” al-Qodra menambahkan.

Menurut juru bicara tersebut, 56 orang Palestina lainnya di Gaza dilukai oleh amunisi hidup sementara 95 lainnya menderita inhalasi gas air mata yang berlebihan.