Duniaekspress, 9 Desember 2017- Kementrian Kesehatan Palestina mengatakan puluhan warga Palestina terluka setelah pasukan Israel pada hari Jum’at (8/12) serang Jalur Gaza di dua lokasi.

“Sedikitnya 15 warga Palestina terluka, termasuk seorang anak dalam kondisi kritis,” kata Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Anadolu Agency, Sabtu (9/12/2017).

Tentara Israel mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan dua pos Hamas di jalur Gaza.

“Pasukan udara Israel menyasar sebuah pos militer dan toko senjata di Jalur Gaza utara,” kata tentara tersebut.

Sebelumnya pada hari Jumat, tentara Israel mengatakan bahwa sistem pertahanan Dome telah mencegat sebuah roket Palestina yang ditembakkan dari Gaza, sementara roket lain mendarat di pemukiman warga di Sderot yang merusak beberapa kendaraan.”

Dalam sebuah pernyataan lain, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan seorang warga Palestina lainnya menderita luka-luka yang dideritanya dalam bentrokan di Jalur Gaza.

Secara total, dua orang Palestina menjadi martir dan lebih dari 281 warga Palestina terluka saat tentara Israel menggunakan kekuatan bersenjata untuk membubarkan demonstrasi Jumat yang digelar di wilayah Palestina.

Setelah shalat Jumat, ribuan orang Palestina berkumpul di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur untuk memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pada hari Jumat, tentara Israel mengatakan bahwa “sistem pertahanan kubah besi telah mencegat sebuah roket Palestina yang ditembakkan dari Gaza,”

Dalam sebuah pernyataan yang berbeda, Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa seorang warga Palestina lainnya menderita luka-luka yang dideritanya selama bentrokan di Jalur Gaza.

Berita terkait:

PUI MEMNITA GELORAKAN JIHAD UNTUK MENOLAK PENCAPLOKAN AL-QUDS OLEH ISRAEL DAN SEKUTUNYA2

AL-QAIDAH SERUKAN PERSATUAN UMMAT

AKUI AL QUDS SEBAGAI IBUKOTA ISRAEL, KISPA KECAM KERAS TRUMP