PERNYATAAN AL-QAIDAH ATAS ISRAEL YANG MENCAPLOK AL-QUDS

Duniaekspress, 13 Desember 2017. –

“Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat.”(Q.S. Ali ‘Imran: 118)

“Saya bersumpah, demi Allah, Amerika tidak akan pernah bermimpi indah dan mereka yang tinggal di Amerika tidak akan pernah merasa aman sampai kita merasakannya di Palestina.” (Usamah bin Ladin)

Itulah sumpah dari Syahidul Ummah yang telah merintis jalan bagi tahap yang penting dalam sejarah Umat; sebuah tahapan di mana menjadi jelas hakikat pemimpin kekafiran internasional, yang memimpin perang melawan Islam dan kaum Muslimin, yang melanggar kehormatan tempat-tempat suci mereka, menjarah kekayaan mereka, dan memberi dukungan kepada para Zionis dan thaghut-thaghut Arab dan Ajam (Non-Arab), Hubal (Berhala) Masa Kini Amerika. Semakin berlalu hari-hari, semakin bertambah pula keyakinan kita tentang kenyataan ini.

Pengakuan al-quds (Jerusalem) sebagai ibu kota negara Israel entitas zionis adalah sebuah agresi terang-terangan si Salibis Trump terhadap tempat-tempat suci kaum Muslimin—sebuah kejutan bervoltase tinggi bagi umat Islam—yang mungkin bisa membangunkannya dari tidur lelapnya. Jika kita gagal bertindak—hari ini,  bukan besok—maka agresi ini akan diikuti oleh resolusi-resolusi, konferensi- konferensi, perjanjian-perjanjian lebih lanjut, yang mengancam eksistensi kita sebagai umat Islam  dan menundukkan sepenuhnya Dunia Islam kita bagi aliansi Zionis-Salibis serta sekutu-sekutunya; Rafidhi (orang-orang Syiah) dan orang-orang murtad dari kalangan Arab dan Ajam. Atas nama memerangi terorisme dan ekstremisme, bangsa-bangsa kita akan terlepas dari identitas keagamaan dan kepercayaan mereka.

Cara paling pasti dan terpendek untuk menghadapi agresi dan arogansi Fir’aun Zaman Ini—Amerika—adalah jihad fi sabilillah, dengan menargetkan kepentingan vitalnya dan kepentingan vital sekutu-sekutunya dari kalangan Zionis dan Salibis di mana-mana. Inilah persamaan sederhananya: jika kalian mengebom kami, kalian juga akan dibom, dan siapa yang memulai permusuhan akan memikul kesalahannya.

Umat harus mengakui fakta bahwa aliansi Zionis-Salibis tidak pernah punya keberanian untuk menertawakan kaum Muslimin dengan sombong seandainya tidak mengamankan diri lebih dulu dengan memastikan rezim-rezim boneka menyerah secara penuh—terutama pemerintahan Keluarga Saudi—yang bertanggung jawab membuka jalan menuju kejahatan ini. Mereka tidak akan pernah sanggup menantang kaum Muslimin jika mereka tidak memastikan dulu bahwa agen-agen mereka—yang disebut (aliansi) militer Arab dan Islam—telah memaksakan diri dan membangun hegemoni lengkap atas Umat dan berusaha memadamkan emosi dan semangat dengan tangan besi dan api.

Umat Islam, para pemuda Islam, para mujahid Umat! Waktu kalian telah tiba. Perlihatkanlah kepada Allah apa yang dicintai-Nya. Persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kalian miliki. Berjihadlah kalian di jalan Allah. Persatukanlah barisan kalian. Koordinasikanlah usaha kalian. Lupakanlah perselisihan kalian. Bertobatlah kepada Rabb kalian. Mohon ampunlah atas dosa-dosa kalian.

Mereka yang berada di garis depan harus melanjutkan jihad mereka dan menyatakan dengan tegas, “Di sini kita mulai dan di Al-Aqsha kita akan bertemu.” Deklarasikan sebuah perang tanpa henti melawan bangsa-bangsa kafir yang telah berkumpul melawan kalian dari setiap penjuru. Fokuskanlah usaha kalian melawan pemimpin kekufuran, pastikan terperosok dalam masalahnya-masalahnya sendiri, intensifkanlah serangan-serangan melawannya sampai mereka menahan diri dari agresi, karena akhirnya sudah dekat, dan kemenangan terkadang hanya kesabaran sesaat.

Sebagai penutup, kami serukan kepada pewaris para nabi dan rasul, ulama kaum Muslimin dan para dainya: Tetap teguhlah karena Allah, sebuah pendirian yang akan membawa kehormatan bagi agama-Nya, meninggikan bendera Tauhid, mempermalukan kekufuran dan merendahkan benderanya. Pimpinlah barisan, ambillah senjata, pertahankan diri di parit-parit perang, dan pimpinlah mujahidin dengan Kitab yang membawa petunjuk dan pedang yang membuka jalan menuju kemenangan … bertahan hingga menang atau meraih syahadah.

Ya Allah, tolonglah hamba-hamba-Mu, mujahidin. Persatukanlah barisan mereka, ringankanlah kelemahan mereka, dan bantulah mereka dengan pertolongan-Mu. Ya Allah, balaslah atas orang-orang kafir dan antek-antek mereka. Ya Allah, permalukanlah mereka, binasakanlah kekuatan mereka, cerai-beraikanlah barisan mereka, dan lindungilah kami dari kejahatan mereka sesuai kehendak-Mu.

آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

 

Bagiku luka Al-Quds
masih terasa sangat menyakitkan
Rasa sakit akibat luka seperti api
yang membakar di dalam tubuhku
Aku tidak melanggar janjiku kepada Allah
ketika negara-negara itu mengkhianatinya

 

18 Rabi’ul Awwal 1439 H/6 Desember 2017 M

 

Sumber: Kanal Telegram As-Sahab (Media Resmi Al-Qaidah Pusat)
https://telegram.me/sahabmedia1/46 (8/12/2017)

 

Baca juga, PENTINGNYA PERLAWANAN KETIKA AL-QUDS DICAPLOK ZIONIS ISRAEL