Duniaekspress, 18 Desember 2017- Milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman telah mengeksekusi lebih dari 30 milisinya sendiri di distrik Midi yang berada di dekat wilayah Jizan yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

Milisi tersebut diduga dihabisi setelah mereka berusaha menyerahkan diri mereka ke tentara Yaman dan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi.

Sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya tersebut menambahkan bahwa beberapa dieksekusi oleh senjata ringan, dan yang lainnya oleh RPG, setelah menolak berdiri di garis depan melawan tentara Yaman, dan mencoba untuk menyerah.

“Milisi sekarang berusaha untuk menghalangi lini Midi, karena mereka kehilangan banyak pejuang dalam pertempuran di sana, sementara tentara Yaman dan koalisi Arab terus bergerak maju, kata sumber tersebut, seperti yang dikutip Al Arabiyah, Senin (18/12/2017).

Baca Juga: PUTRA ABDULLAH SALEH ANCAM BALAS HOUTHI

Milisi Houthi

Houthi atau Hutsi adalah kelompok pemberontak yang berpaham Syiah Itsna Asyariyah atau Syiah 12 imam. Sama seperti Syiah di Indonesia dan induknya Iran. Kelompok ini didirikan oleh Husein bin Badruddin al-Houthi di wilayah utara Yaman, tepatnya di wilayah Sha’dah. Awalnya mereka berpaham Syiah Zaidiyah, kemudian menjalin hubungan dengan Hizbullah Libanon, mereka pun berubah menjadi Syiah 12 imam yang ekstrim.

Ideologi Pemberontak Houthi

Sama sepertinya Syiah di Indonesia, Iran, Libanon, Irak, Bahrain, dan mayoritas Syiah yang ada di dunia, pemberontak Houthi pun berideologi Syiah Itsna Asyariyah atau Syiah 12 Imam. Di antara ideologi gerakan ekstrim ini adalah:

Ideologi imamah, yaitu bentuk ideologi yang berkeyakinan bahwa kepemimpinan tidak sah kecuali dari keturunan Ali bin Abi Thalib.
Membangkang kepada pemerintah dan menyiapkan diri untuk berhadapan dengan pemerintah.

Memprovokasi dan membangkitkan semangat pengikutnya untuk memerangi Ahlussunnah. Karena Ahlussunnah meridhai selain Ali jadi khalifah, yaitu Abu Bakar, Umar, dan Utsman radhiallahu ‘anhum ajma’in.

Memuji-muji revolusi Khomeini dan Hizbullah Libanon. Mereka menjadikan keduanya sebagai teladan yang wajib dicontoh perjalannya.

Memusuhi tiga khalifah pertama dan para sahabat nabi secara umum. Karena dari kaca mata ideologi Houthi dan Syiah 12 Imam, tiga khalifah pertama dan para sahabat nabi adalah sumber bencana pada umat ini. Badruddin al-Houthi mengatakan, “Saya pribadi meyakini kekafiran mereka (para sahabat pen.). Mereka (para sahabat) berada di jalan yang berbeda dengan Rasulullah ﷺ.”

Baca Juga: APA DAN SIAPAKAH KELOMPOK SYI’AH HOUTHI ?