Duniaekspress, 19 Desember 2017- Pengacara pemuda Palestina Fawzi al Juneidi yang foto penangkapannya menjadi viral dimedia sosial , mengatakan Jaksa Israel meminta memperpanjang penahanan Fawzi al-Juniidi.

Al-Juneidi, 16, ditangkap di kota Hebron, Tepi Barat pekan lalu setelah diseret di tanah dan matanya ditutup oleh belasan tentara Israel bersenjata berat.

Foto pemuda yang ditutup matanya sejak itu menjadi simbol protes Palestina yang sedang berlangsung melawan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal bulan ini yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Al-Juneidi duduk untuk sidang pengadilan pada hari Senin di penjara militer Israel di dekat kota Ramallah di Tepi Barat.

Berbicara kepada Anadolu Agency setelah sesi pengadilan hari Senin, pengacara al-Juneidi, Farah Debabse, mengatakan bahwa jaksa militer Israel telah meminta agar penahanan remaja tersebut diperpanjang sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Menurut Debabse, jaksa tidak memiliki bukti yang kuat dalam kasus mereka melawan al-Juneidi, yang telah mereka tuduh sebagai pelaku pelempar batu ke tentara Israel.

“Pengadilan belum menanggapi permintaan jaksa,” kata pengacara Juneidi, seperi dikutip Anadolu Agency, Senin (18/12/2017).

Lebih lanjut pengacara Juneidi mengatakan bahwa dia berencana mengajukan permintaan lain ke pengadilan pada hari Selasa untuk segera membebaskan kliennya.

Baca Juga: DITEMBAK DARI JARAK DEKAT, ANAK PALESTINA KOMA

Baca Juga: ISRAEL BUNUH 14 ANAK PALESTINA SEJAK AWAL TAHUN

Menurut LSM Masyarakat Tahanan Palestina, sekitar 300 anak-anak saat ini ditahan di fasilitas penahanan di seluruh Israel.

Keputusan kontroversial Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel memicu gelombang penghukuman dan demonstrasi di seluruh dunia Arab dan Muslim.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur yang sekarang diduduki oleh Israel pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina. [fan]