Duniaekspress, 21 Desember 2017. – Seorang ilmuan Palestina mengatakan, aksi demonstrasi solidaritas untuk Palestina telah memperkuat orang-orang Palestina selama masa-masa sulit.

Berbicara di sebuah konferensi berjudul “Penyebab Palestina dari Masa Lalu ke Masa Kini” di provinsi Sakarya, Dr. Nawaf Takruri, ketua Dewan Peneliti Palestina di Luar Negeri, mengatakan bahwa Yerusalem adalah sebuah isu mengenai semua umat Islam, tidak hanya orang-orang Palestina.

Takruri mendesak orang agar tidak perlu khawatir ikut dalam demonstrasi.

“Jika kita, orang-orang Palestina, tidak melihat saudara-saudara kita turun ke jalan-jalan untuk kita di negara lain, kita akan terbenam dalam keputusasaan dan gagal.” katanya, seperti yang dikutip Anadolu Agency, Rabu (20/12/2017).

“Asalkan saja demonstrasi memberi kekuatan bagi mereka, kita tidak turun ke jalan, kita merasa malu”. tambahnya.

Melihat sisi positif dari insiden baru-baru ini mengenai Palestina, Takruri mengatakan ada dua hal yang baik dan yang buruk, yang nyata dan yang palsu terungkap.

Dia menekankan bahwa beberapa pemimpin Arab menggambarkan pemberontakan Palestina sebagai “teror” dan Israel sebagai “sekutu”.

“Mereka [pemimpin] termasuk di antara kita sebelumnya, namun insiden baru-baru ini mengungkapkan wajah sejati mereka.” ketusnya.

Takruri memuji peran Turki dalam keseluruhan proses, menggambarkannya sebagai “inti” perlawanan.

Baca Juga: SERUAN BOIKOT PRUDUK AS DI AKSI BELA PALESTINA

Sebelumnya diberitakan kaum Muslim Indonesia menggelar aksi solidaritas untuk Palestina yang bertema “Aksi Bela Palestina digelar”, Jutaan massa umat Islam dari berbagai ormas berkumpul di luar kedutaan Amerika Serikat di Jakarta untuk menentang pengakuan Presiden Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Protes hari Ahad (17/12) ini adalah aksi solidaritas untuk Palestina yang keempat dan terbesar di Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia, sejak pengumuman Trump mengenai status Yerusalem pada 6 Desember. (fan)