Duniaekspress, 20 Desember 2017. – Sebuah LSM Palestina mengatakan pada hari Rabu (20/12) bahwa tentara Israel menahan 24 orang Palestina dalam serangan tadi malam di Tepi Barat yang dikuasai dan Yerusalem Timur.

“Pasukan Israel telah menahan 18 warga Palestina setelah melakukan penggerebekan terhadap rumah-rumah mereka di Tepi Barat Ramallah dan Nablus,” kata LSM Masyarakat Tahanan Palestina, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (20/12/2017).

“Enam orang juga ditangkap di lingkungan al Isawya Yerusalem, menurut Amjad Abu Assab, kepala Komite Yerusalem untuk Keluarga Tahanan.

Tentara Israel sering melakukan kampanye penangkapan luas di Tepi Barat dengan dalih mencari orang-orang Palestina yang “buron”.

Menurut angka resmi pemerintah Palestina, lebih dari 6.400 warga Palestina saat ini ditahan didalam penjara-penjara di seluruh Israel.

Penangkapan tersebut terjadi di tengah ketegangan di wilayah Palestina setelah keputusan Presiden AS Donald Trump dua minggu lalu untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan A.S. dari Tel Aviv ke kota suci tersebut.

RENCANA PERLUAS PEMUKIMAN, ISRAEL SERANG WARGA PALESTINA

ISRAEL NGOTOT PENJARAKAN AL JUNEIDI

Sebelumnya militer Israel juga menangkap Al-Juneidi, 16 tahun, ditangkap di kota Hebron, Tepi Barat pekan lalu setelah diseret di tanah dan matanya ditutup oleh belasan tentara Israel bersenjata berat.

Foto penangkapan dengan mata ditutup dan tangan terikat yang viral dimedia sosial, sejak itu al Juneidi menjadi simbol protes Palestina yang sedang berlangsung melawan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal bulan ini yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Berbicara kepada Anadolu Agency setelah sesi pengadilan hari Senin, pengacara al-Juneidi, Farah Debabse, mengatakan bahwa jaksa militer Israel telah meminta agar penahanan remaja tersebut diperpanjang sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Menurut Debabse, jaksa tidak memiliki bukti yang kuat dalam kasus mereka melawan al-Juneidi, yang telah mereka tuduh sebagai pelaku pelempar batu ke tentara Israel.

“Pengadilan belum menanggapi permintaan jaksa,” kata pengacara Juneidi, seperi dikutip Anadolu Agency, Senin (18/12).