KEBIASAAN BURUK MILITAN ISIS YANG MEMBOM POS PEMERIKSAAN SAAT WARGA SIPIL MENGANTRI

 

Duniaekspress, 22 Desember 2017- Enam warga sipil termasuk empat anak, tewas pada hari Rabu (20/12) saat ledakan bom ISIS mengguncang sebuah pos pemeriksaan untuk pasukan Kurdi pimpinan Amerika Serikat di provinsi Deir Ezzor timur.

Furat (Efrat, red) Situs berita lokal melaporkan bahwa bom mobil kelompok ISIS telah menargetkan sebuah pos pemeriksaan untuk Pasukan Demokrat Suriah di dekat kota al-Shehail di pedesaan timur Deir Ezzor. Ledakan mematikan tersebut membuat empat orang anak tewas.

SDF yang menyatakan kemenangan dalam serangannya di Deir Ezzor masih menghadapi perlawanan oleh pejuang ISIS yang mengendalikan sejumlah desa di sebelah timur sungai Efrat yang membagi-bagikan provinsi kaya minyak itu.

Sebelumnya diberitakan pasukan rezim Suriah telah mengevakuasi 19 militan Daesh (ISIS, red), termasuk komandan mereka dari benteng mereka di pinggiran kota Damaskus selatan.

“Para militan ISIS ini telah meninggalkan distrik al-Hajer al-Aswad selama seminggu di bawah perlindungan rezim Assad. Beberapa dari mereka bahkan telah sampai di Turki,” Zaman Wasl melaporkan.

Daesh, nama lain dalam bahasa Arab dari Negara Islam atau ISIS ini masih menguasai 7 desa di tepi timur Sungai Efrat.

Beberapa kali kelompok ini meledakkan pos pemeriksaan (check point)  saat warga sipil mengantri untuk pemeriksaan, sehingga menimbulkan korban sipil. Hal seperti ini tak pernah dihiraukan oleh kelompok ini dalam beramaliyat istisyhadiyah (pemboman bunuh diri).

Pada bulan Mei tahun ini, kelompok ISIS membom pos pemeriksaan dekat kota Basra,  Irak, yang menimbulkan korban 5 warga sipil. Sementara pada bulan Juli 2017, bom mobil ISIS menargetkan pos pemeriksaan di Sinai saat terjadi antrian mobil sipil, namun bom mobil ini dapat digagalkan pihak keamanan.  Kemudian pada bulan September di tahun yang sama,  militan ISIS menembaki pos pemeriksaan di thi qar,  Irak, sehingga puluhan warga sipil tewas.

Tentara Assad dan SDF telah mendorong negara Islam dari sebagian besar negara bagian utara dan timur. Perbatasan ISIS telah menyusut di Suriah dan Irak menjadi kantong kecil setelah jatuhnya Raqqa, ibukota de facto, Deir Ezzor dan Albu Kamal.

Baca Juga: HAIDAR AL ABADI : ISIS TAMAT DI IRAK

Sementara di Irak, sebulan lalu telah mengumumkan kemenangan atas ISIS secara sempurna. Perdana menteri Irak Haidar al Abadi mengatakan kehadiran Daulah Islam (ISIS) di Irak secara “militer” selesai dan semua kota telah direbut kembali.

Lebih jauh Haider al-Abadi mengatakan bahwa kehadiran Daesh di daerah gurun di sebelah barat kota Anbar akan segera berakhir.

“Kemudian, ini akan menjadi kemenangan penuh,” kata al-Abadi menambahkan bahwa hari ini akan dinyatakan sebagai “hari nasional” di Irak,”

(AZ)