Duniaekspress, 23 Desember 2017. – Sebuah lembaga kemanusiaan di Palestina melaporkan Lebih dari 500 warga Palestina telah ditahan dalam dua minggu terakhir oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

“Lebih dari 500 warga Palestina telah ditangkap sejak demonstrasi menentang ‘Trump Declaration’ meletus dua pekan lalu,” kata Masyarakat Tahanan Palestina dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Anadolu Agency, Kamis (21/12/2017).

Pada 6 Desember, Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, yang memicu kecaman internasional dan gelombang protes lintas wilayah Palestina.

“Penangkapan telah dilakukan di kota-kota di Tepi Barat Ramallah, Betlehem, Hebron (al-Khalil), Nablus, Jenin, Tulkarm, Qalqiliya dan Yerusalem Timur,” kata LSM tersebut.

Dari mereka yang ditangkap, ditambahkan, 153 adalah anak-anak Palestina di bawah umur dan 11 adalah wanita.

Tentara Israel sering melakukan kampanye penangkapan luas di Tepi Barat yang diduduki dengan dalih mencari orang-orang Palestina yang “buron”.

Menurut tokoh resmi Palestina, lebih dari 6.400 warga Palestina – termasuk sejumlah wanita dan anak-anak saat ini mendekam di penjara Israel.

Baca Juga: ISRAEL TAHAN 24 WARGA PALESTINA DI TEPI BARAT

Sebelumnya sebuah LSM Palestina mengatakan pada hari Rabu (20/12) bahwa tentara Israel menahan 24 orang Palestina dalam serangan di Tepi Barat yang dikuasai dan Yerusalem Timur.

“Pasukan Israel telah menahan 18 warga Palestina setelah melakukan penggerebekan terhadap rumah-rumah mereka di Tepi Barat Ramallah dan Nablus,” kata LSM Masyarakat Tahanan Palestina, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (20/12/2017).

“Enam orang juga ditangkap di lingkungan al Isawya Yerusalem, menurut Amjad Abu Assab, kepala Komite Yerusalem untuk Keluarga Tahanan. [fan]

 

Berita Palestina:

AKSI SOLIDARITAS BERIKAN BERIKAN KEKUATAN BAGI PALESTINA

SURAT CINTA PEJUANG HAMAS KEPADA UMMAT MUSLIM INDONESIA

PEMBEBASAN AL-QUDS TANGGUNG JAWAB UMMAT ISLAM SELURUH DUNIA