Duniaekspress, 23 Desember 2017. – Otoritas Israel mendirikan sebuah sinagog (tempat beribadah, red) Yahudi baru di bawah Tembok Al Buraq yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Tembok Barat di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

“Setelah 12 tahun pembangunan, sinagog baru dibuka pada Senin malam,” kata Heritage Foundation of the Western Wall, sebuah badan pemerintah Israel, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Muslim News, Rabu (20/12/2017)

Dalam beberapa tahun terakhir, institusi Islam di Yerusalem Timur telah mengajukan protes berulang atas penggalian yang dilakukan oleh pihak berwenang Israel di bawah kompleks masjid flashpoint.

Dalam sebuah pernyataan, Shaikh Ekrema Sabri, kepala Dewan Islam Tertinggi Yerusalem dan mantan imam Al-Aqsa, menekankan bahwa Tembok Al Buraq merupakan komponen dinding barat Al-Aqsa.

“Tembok itu adalah bagian dari warisan Islam kita dan akan tetap demikian sampai Hari Kiamat,” kata Shaikh Sabri.

“Pendudukan Israel tidak memiliki klaim atas warisan Yerusalem,” tambahnya.

Lebih jauh Syaikh Sobri mengungkapkan bahwa Sinagog baru ini tidak memiliki akar sejarah. “Semua konstruksi baru dibuat oleh otoritas penjajah [Israel] di Yerusalem tidak sah dan tidak memiliki dasar sejarah,” tegas Sabri, menambahkan bahwa kota suci “tidak bisa dibagi”.

Ketegangan telah meningkat di wilayah-wilayah pendudukan sejak Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember, keputusan tersebut telak menuai kutukan dari seluruh dunia dan kaum Muslim.

Baca Juga: DAMPAK KEPUTUSAN DONALD TRUMP BAGI PERPOLITIKAN TIMUR TENGAH

Pemimpin Palestina mengutuk langkah tersebut sebelum Trump berbicara, begitu pula para pemimpin dari dunia Arab dan sekitarnya. Pengumuman langkah kedutaan tersebut kemungkinan akan menyebabkan gelombang kebencian di kalangan orang-orang Palestina di wilayah-wilayah pendudukan dan kota itu sendiri, terutama setelah dua dekade mengalami jalan buntu dalam proses perdamaian dan kondisi yang memburuk di wilayah-wilayah Palestina. Menjelang pidato tersebut, warga AS dan pegawai pemerintah diperintahkan untuk menghindari Kota Tua Yerusalem dan Tepi Barat sampai pemberitahuan lebih lanjut. [fan]