Duniaekspress, 25 Desember 2017. – Sana’a — Saluran TV Al-Arabiya dan Al-Hadeth melaporkan, pemimpin Houthi Yusuf al-Madani telah tewas terbunuh. Al-Madani adalah salah satu pemimpin militer paling menonjol dalam milisi Houthi.

Madani dilaporkan terbunuh di Front Pantai Barat di Yaman. Pada Jumat (22/12) malam, para aktivis Yaman berbagi video al-Madani yang terbunuh, setelah dia ditunjuk menjadi komandan zona militer kelima Yaman (Hodeidah, Hajjah, Mahweet, dan Rima).

Namun milisi Houthi segera menyangkal laporan kematian al-Madani. Sebelumnya, mereka juga menutup-nutupi berita mengenai kematian adik al-Madani, Taha, selama lebih dari satu tahun untuk menjaga moral para pasukannya.

Lahir pada 1977 di direktorat Muhatta di Provinsi Hajjah, al-Madani merupakan anak tengah dari 10 bersaudara dan yang paling menginginkan kekuasaan. Dia masuk sekolah negeri pada pertengahan 1980-an, namun gagal untuk meneruskan sekolah.

Ayahnya kemudian mengirim al-Madani dan Taha ke Saada untuk menerima ajaran agama oleh ulama Houthi, Majdeldin al-Moeyadi. Beberapa bulan kemudian, al-Madani meninggalkan sekolah Al-Moeyadi untuk bergabung dengan batalyon pemuda Hussain al-Houthi di Pegunungan Maran.

Al-Madani segera menjadi anak emas dari para pemimpin Houthi. Dia dikirim ke Iran pada 2002 melalui Suriah dan mendapatkan pelatihan ekstensif di kamp Pengawal Revolusi.

Dia tinggal di sana selama hampir satu tahun, dan setelah dia kembali, pemimpin Houthi menawarinya menikah dengan putrinya. Mereka menikah sebelum pecahnya perang pertama, menurut informasi yang dipublikasikan oleh peneliti Yaman, Dr Riyad al-Ghaili.

Pamannya, Hussein al-Houthi, berpartisipasi dalam perang pertama pada 2004. Dia segera berada di puncak daftar militan yang paling diinginkan pada saat itu. Ketika pemimpin kelompok Houthi itu terjebak, al-Madani berhasil melarikan diri, namun Hussein al-Houthi tewas terbunuh.

 

Baca juga, SYI’AH HOUTHI EKSEKUSI 30 ANGGOTANYA SENDIRI