Duniaekspress, 26 Desember 2017.- Kementrian Kesehatan Palestina mengatakan, seorang pemuda Palestina tewas akibat luka yang diderita saat bentrokan dengan pasukan Israel di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel awal pekan ini.

Mohammed Sami al-Dahdouh terluka setelah ditembak dalam sebuah demonstrasi menolak keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Dia meninggal karena luka-lukanya pada hari Minggu,” kata Ashraf al-Qudra juru bicara Kementrian Kesehatan Palestina, Ahad (24/12/2017).

Baca Juga: ISRAEL BUNUH 2 WARGA PALESTINA DI GAZA

Kematian Dahdouh menambahkan ke 15 jumlah orang Palestina yang terbunuh dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza setelah Amerika Serikat bergerak pada 6 Desember.

sebelumnya pada hari Jum’at (23/12) Kementrian Kesehatan Palestina juga melaporkan 2 orang pemuda Palestina tewas akibat luka tembak oleh polisi Israel ketika membubarkan aksi demonstrasi di Gaza Utara.

Zakariya al-Kafarneh berusia 24 tahun dibunuh oleh tembakan peluru tajam saat mengambil bagian dalam demonstrasi tersebut.

Tentara Israel kerap menggunakan peluru tajam, gas air mata dan granat setrum untuk melawan pemrotes Palestina.

Anggota Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagian besar menyatakan pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibukota Israel “batal demi hukum”.

Baca Juga: 128 NEGARA TOLAK TRUMP SOAL STATUS YERUSALEM

Yerusalem Timur yang diduduki dan wilayah Palestina lainnya telah menyaksikan gelombang protes dalam dua minggu terakhir. Lebih dari 500 pemrotes Palestina telah ditangkap oleh pasukan keamanan Israel.

Status Yerusalem telah lama menjadi topik sensitif dan merupakan salah satu isu utama dalam konflik Israel-Palestina.

Setelah menduduki bagian timur kota Yerusalem dalam Perang 1967, Israel mencaplok wilayah tersebut. Pada tahun 1980 memproklamirkan sebagai “ibukota abadi dan tak terbagi”.

Warga Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina merdeka. (IF)