Duniaekspress, 28 Desember 2017. – Pihak berwenag Mesir mengatakan, pihak keamanan Mesir telah mengeksekusi dengan cara digantung 15 militan yang dihukum karena dugaan melakukan serangan terhadap pasukan keamanan di Semenanjung Sinai pada tahun 2013.

Eksekusi dilakukan pada hari Selasa (26/12) di dua penjara di bagian utara negara tersebut, tempat orang-orang ditahan.

Mereka dihukum karena tuduhan membunuh tentara, melakukan pembunuhan, dan menghancurkan kendaraan militer.

Ini adalah eksekusi massal pertama di negara ini sejak enam jihadis digantung pada tahun 2015.

Sinai dalam beberapa tahun terakhir telah dilanda pemberontakan, dengan kelompok jihad termasuk yang disebut Negara Islam (IS atau ISIS) menyerang sasaran termasuk tentara, polisi dan hakim.

Pekan lalu, IS meledakkan helikopter dengan rudal anti-tank di sebuah bandara Sinai Utara, menewaskan seorang perwira militer dan melukai dua lainnya.

Dan pada bulan November, tersangka militan IS melakukan serangan bom dan senjata dahsyat ke sebuah masjid di Sinai Utara yang menewaskan lebih dari 250 orang.

Setelah serangan tersebut, Presiden Abdul Fattah al-Sisi memberi batas waktu tiga bulan kepada militer untuk memadamkan kerusuhan di Sinai, yang menginstruksikannya untuk menggunakan “kekuatan kasar”.

Baca Juga: BAKU TEMBAK, 9 ORANG TEWAS DI MESIR

Sebelumnya Ahad (24/12) Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan bahwa polisi telah menembak mati sembilan orang tersangka yang dicurigai memiliki hubungan dengan serangan mematikan di semenanjung Sinai.

Baku tembak terjadi ketika pasukan keamanan Mesir melakukan penyergapan di sebuah perkebunan yang dicurigai sebagai tempat pelatihan dan pembuatan senjata militan Sinai

Kekerasan di Mesir tersebut meningkat setelah militer menggulingkan Mohamed Morsi, presiden pertama yang terpilih secara demokratis di Mesir, pada bulan Juni tahun itu. (IF)