Duniaekspress, 28 Desember 2017. – Pengadilan militer Israel pada hari Rabu (27/12) memutuskan untuk membebaskan Fawzi al-Juneidi pemuda Palestina berusia 16 tahun dengan jaminan.

“Pengadilan menetapkan jaminan al-Juneidi pada 10.000 shekel Israel (kira-kira $ 2.860) setelah jaksa mengajukan banding atas pembebasan remaja tersebut,” kata pengacara Arwa Hilehel, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (27/12/2017)

Al-Juneidi ditangkap pada 7 Desember di kota Hebron, Tepi Barat (Al-Khalil) setelah diseret ke tanah dan ditutup matanya oleh tentara Israel bersenjata berat.

Sebuah foto pemuda yang telah ditutup matanya sejak itu menjadi simbol demonstrasi Palestina yang terus berlanjut yang dipicu oleh keputusan Presiden A. Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Menurut Masyarakat Tahanan Palestina, sebuah LSM, sekitar 300 anak-anak saat ini ditahan di fasilitas penahanan di seluruh Israel.

Keputusan kontroversial Trump pada 6 Desember memicu gelombang penghukuman di seluruh dunia Arab dan Muslim dan demonstrasi marah di seluruh wilayah Palestina.

Baca Juga: TAK TERIMA AL JUNEIDI BEBAS, ISRAEL AJUKAN BANDING

Sebelumnya jaksa Israel pada hari Selasa (27/12) mengajukan banding ke Pengadilan Militer Ofer di sebelah barat Ramallah untuk melawan keputusan yang membebaskan Fawzi al-Juneidi.

Militer Israel bersikeras ingin menahan al Juneidi yang diduga ikut melakukan pelemparan batu pada saat terjadi aksi demonstrasi mengecam keputusan Trump yang terjadi di Tepi Barat. (IF)